Kemendikbud Buka Kesempatan jadi Relawan Penggerak, Ini Penjelasan Nadiem Makarim...

Kompas.com - 12/03/2020, 15:50 WIB
Chikita Fawzi, animator dari film seri animasi Upin & Ipin, memberikan kelas inspirasi kepada para siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Sereal 03 Pagi, Jakarta Barat, Rabu (20/2/2013). Kelas inspirasi merupakan inisiatif dari gerakan Indonesia Mengajar, sebanyak 596 pengajar yang terdiri dari pekerja profesional diterjunkan ke 58 SD negeri di Jakarta. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNAChikita Fawzi, animator dari film seri animasi Upin & Ipin, memberikan kelas inspirasi kepada para siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Sereal 03 Pagi, Jakarta Barat, Rabu (20/2/2013). Kelas inspirasi merupakan inisiatif dari gerakan Indonesia Mengajar, sebanyak 596 pengajar yang terdiri dari pekerja profesional diterjunkan ke 58 SD negeri di Jakarta.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan kepada relawan untuk bergabung menjadi Relawan Penggerak.

Relawan Penggerak merupakan individu-individu terampil dan kompeten yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan Relawan Penggerak nantinya akan tergabung menjadi Komunitas Penggerak yang akan mendukung implementasi program Organisasi Penggerak.

"Banyak sekali kepada teman, saya gak punya organisasi tapi ingin membantu. Inilah kita makanya kita membuka Komunitas Penggerak. Jadi pegiat pendidikan dan bukan bagian dari organisasi, mereka bisa jadi sukarelawan," ujar Nadiem dalam siaran Youtube Kemendikbud.

Nadiem menyebutkan, Kemendikbud akan membantu Relawan Penggerak untuk menemukan Organisasi Penggerak yang cocok sesuai minat masing-masing.

Baca juga: Apa itu Sekolah Penggerak? Ini Penjelasan Nadiem Makarim...

Kemendikbud dan Organisasi Penggerak akan menghubungi Relawan Penggerak dan bergabung bersama untuk menjalankan program peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di berbagai daerah Indonesia.

"Kami berterima kasih atas teman-teman yang sudah berpartisipasi karena mendapatkan sukarelawan begitu banyak. Nanti kami akan bantu fasilitasi cari organisasi yang cocok untuk Anda (sukarelawan) agar dampaknya lebih besar," kata Nadiem.

Nadiem menyebutkan, saat ini Kemendikbud ingin mendukung relawan-relawan dari komunitas yang memiliki passion di bidang pendidikan. Menurutnya, salah satu permasalahan peningkatan kualitas pendidikan yang dihadapi Indonesia adalah tak adanya pelibatan komunitas.

"Kita akan melakukan penciptaan sekolah penggerak dengan berbagai macam metode, dengan menghormati keberagaman metode yang ada di dalam komunitas kita, yang ada di dalam masyarakat kita. Inilah saatnya organisasi-organisasi Penggerak untuk bangun dan membantu bukan hanya pemerintah tapi membantu Indonesia," ujarnya.

Pada 10 Maret, Nadiem mengatakan 12.519 relawan yang sudah mendaftar menjadi Komunitas Penggerak. Ia mengatakan, jumlah relawan yang mendaftar tergolong luar biasa.

"Dan lebih dari 12.000 relawan dalam waktu yang sangat pendek, begitu banyak relawan yang ingin berpartisipasi. Ini mungkin menunjukkan indikasi awal bahwa program Merdeka Belajar paling tidak menimbulkan suatu semangat yang baru. Suatu kesadaran ini bukan tugas pemerintah saja, tapi tugas kita semua," tambah Nadiem.

Bagi relawan yang ingin bergabung jadi Relawan Penggerak bisa mendaftar melalui halaman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/. Relawan yang ingin bergabung bisa mengisi identitas diri, kompetensi yang dimiliki, dan peran yang ingin diambil sebagai relawan.

Komunitas di Indonesia biasanya terdiri dari orang tua, tokoh masyarakat dan adat, organisasi, cendekiawan, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mewujudkan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa Indonesia, semua pemangku kepentingan bersama-sama Kemendikbud perlu berkomitmen untuk bergotong royong menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran.

Organisasi Penggerak

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X