Cegah Corona, Siswa Sekolah Pelita Harapan Sementara Belajar dari Rumah

Kompas.com - 12/03/2020, 12:32 WIB
Salah satu hasil inovasi siswa Sekolah Pelita Harapan (SPH) Applied Science Academy (ASA), dalam  Pameran Ilmiah SPH (15/4/2019). Dok. SPHSalah satu hasil inovasi siswa Sekolah Pelita Harapan (SPH) Applied Science Academy (ASA), dalam Pameran Ilmiah SPH (15/4/2019).

KOMPAS.com - Sekolah Pelita Harapan (SPH) menghentikan kegiatan belajar mengajar dan aktivitas ekstrakurikuler siswa di sekolah menanggapi kasus penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

SPH menerapkan Online Home Learning untuk siswanya selama 3 minggu mulai dari tanggal 16 Maret 2020 hingga 6 April 2020 untuk menggantikan kegiatan belajar siswa di sekolah.

Hal ini terkait dengan keputusan resmi dari para pimpinan sekolah sebagai tindakan preventif guna memastikan seluruh siswa aman dan terjaga kesehatannya.

Selama masa Online Home Learning, sekolah tidak ditutup oleh karena guru dan staf tetap melanjutkan pekerjaan mereka seperti biasa.

“Ini bukanlah merupakan respon darurat, namun merupakan langkah pencegahan yang kami ambil untuk melindungi komunitas sekolah kami. Kami dapat pastikan bahwa sampai dengan hari ini, tidak ditemukan adanya korban maupun suspect COVID-19 di seluruh cabang SPH," ujar Koordinator dari seluruh cabang SPH, Matthew Mann dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Virus Corona, Najelaa Shihab: Sekolah Cikal Perbanyak Online Learning

Menurut Matthew, pihak SPH telah menginvestasikan dana untuk infrastruktur teknologi yang memungkinkan terlaksananya online home learning sejak beberapa tahun yang lalu. Bersamaan dengan kondisi corona di Indonesia, SPH mengimplementasikan online home learning.

"Kami pun tetap mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian-ujian penting seperti Ujian Nasional dan ujian internasional yaitu IGSCE dan IBDP,” tutur Matthew.

Sistem Online Home Learning memungkinkan para siswa untuk melanjutkan proses belajar-mengajar secara online di rumah masing-masing.

SPH juga telah memiliki lisensi untuk menggunakan aplikasi teknologi seperti Office 365, Edmodo, SeeSaw, dan ManageBac, serta materi pembelajaran online melalui BrainPOP, IXL, Reading A-Z, EPIC, dan lain sebagainya.

Melalui perangkat-perangkat ini, guru-guru dapat memberikan materi pelajaran dan siswa dapat mengumpulkan pekerjaan rumahnya. Komunikasi tatap muka online juga dapat dilangsungkan dengan Zoom Teleconferencing yang telah terjadwal. Siswa juga dapat mengakses e-book melalui website perpustakaan SPH (e-library).

Selain kegiatan belajar mengajar, SPH juga meniadakan kegiatan ekstrakulikuler sampai kelas reguler kembali dimulai.

SPH merupakan sekolah bertaraf internasional yang terdiri dari komunitas yang berasal dari berbagai negara. Selain siswa dan guru WNI yang merupakan mayoritas, komunitas SPH juga terdiri dari orangorang yang berasal lebih dari 20 negara yang berbeda dan memiliki mobilitas berpergian yang cukup tinggi.

Dengan adanya komunitas internasional inilah, SPH berusaha untuk mengambil langkah preventif yang konkret di tengah maraknya penyebaran virus COVID-19 yang telah menjadi pandemi global.

Sistem Online Home Learning ini diterapkan di seluruh cabang SPH. SPH terdiri dari 5 cabang yang tersebar di seluruh Jabodetabek, yaitu SPH Lippo Village (Tangerang), Sentul City (Bogor), Lippo Cikarang (Bekasi), Kemang Village (Jakarta Selatan), dan Pluit Village (Jakarta Utara). Hingga hari ini, SPH memiliki total 2.246 siswa dari kelima cabang ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X