Bahan Dasar Sirih, Ini Inovasi "Hand Sanitizer" Teknologi Nano Dosen UGM

Kompas.com - 12/03/2020, 11:53 WIB
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ronny Martien membuat inovasi spray hand sanitizer teknologi nano berbahan dasar herbal, daun sirih. DOK. UGMDosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ronny Martien membuat inovasi spray hand sanitizer teknologi nano berbahan dasar herbal, daun sirih.

KOMPAS.com - Terkait langkanya antiseptik akibat wabah virus corona, dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ( UGM) membuat inovasi hand sanitizer berbahan dasar herbal, daun sirih.

Tidak hanya menggunakan bahan dasar herbal, hand sanitizer inovasi dosen farmasi UGM, Ronny Martien ini juga telah menggunakan teknologi spray nanopolimer.

Ia menyampaikan, daun sirih hijau telah menjadi kearifan lokal Indonesia dan telah sejak laman digunakan sebagai obat tradisional.  

“Bahan baku yang digunakan dari daun sirih hijau yang banyak digunakan sebagai obat tradisional dan menjadi kearifan lokal warisan nenek moyang,” ujar Ronny seperti dikutip dari laman resmi UGM (10/3/2020).

Baca juga: 6 Bidang Studi UGM Raih Predikat Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2020

Gunakan teknologi nano

PProduk yang diberi nama "Spray Nanopolimer Infusa Daun Sirih" sudah dilakukan Ronny sejak satu tahun belakangan.

Daun sirih hijau dipilih sebagai bahan baku karena memiliki aktivitas antibakteri yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus auerus dan Escherichia coli.

Selain itu, penggunaan antibiotik sintetik banyak menimbulkan resistensi bakteri sehingga diperlukan formulasi dari bahan alami seperti daun sirih hijau.

Ronny mengatakan hand sanitizer inovasinya menggunakan teknologi nano.

Formulasi dalam bentuk nanopartikel dapat dilakukan karena daun sirih hijau memiliki kelarutan relatif rendah dalam air.

Dengan formulasi nanopartikel, hand sanitizer berbahan dasar daun sirih ini diyakini mampu meningkatkan sistem penghantaran obat dan kestabilan zat aktif dalam infusa daun sirih.

Teruji hambat pertumbuhan bakteri

“Sudah diuji di laboratorium aktivitasnya sebagai antibakteri. Hasilnya lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri daripada ekstrak yang tidak diformulasikan nanopartikel,” ungkapnya.

Spray nanopolimer infusa daun sirih ini dibuat bebas alkohol dengan menformulasikan infusa daun sirih dengan kitosan.

Hadirnya produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya hand sanitizer di pasaran karena penyebaran virus corona.

“Harapannya produk spray nanopolimer infusa daun sirih ini bisa membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mengatasi langkanya antiseptik di pasaran,” tutup Ronny.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X