Organisasi Penggerak Otomatis Menjadi Bagian Kampus Merdeka, Mahasiswa Bisa Ikut dan Dapat 20 SKS

Kompas.com - 12/03/2020, 12:11 WIB
Siswa SD Negeri Kebon Manggis 08 Pagi mengikuti sosialisasi cara mencuci tangan yang diinisiasi BLEMBA 25 mahasiswa pascasarjana Institut Teknologi Bandung dan Sinergi Foundation, Sabtu (7/3/3020). Selain sosialisasi kesehatan dan sanitasi, termasuk cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar serta pemilahan sampah, juga menggelar kelas inspirasi yang memberi motivasi dan sejumlah pelatihan bagi guru dan murid. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSiswa SD Negeri Kebon Manggis 08 Pagi mengikuti sosialisasi cara mencuci tangan yang diinisiasi BLEMBA 25 mahasiswa pascasarjana Institut Teknologi Bandung dan Sinergi Foundation, Sabtu (7/3/3020). Selain sosialisasi kesehatan dan sanitasi, termasuk cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar serta pemilahan sampah, juga menggelar kelas inspirasi yang memberi motivasi dan sejumlah pelatihan bagi guru dan murid.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyebutkan mahasiswa bisa mendapatkan satuan kredit semester (SKS) minimal 20 sks dengan mengikuti program Organisasi Penggerak.

Menurutnya, Organisasi Penggerak yang lolos seleksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan secara otomatis menjadi bagian dari program Kampus Merdeka.

"Setiap Organisasi Penggerak akan menjadi secara otomatis salah satu program yang disetujui oleh Kemendikbud untuk menjadi 1-2 semester Kampus Merdeka. Jadi bagi mahasiswa-mahasiswa yang sedang mencari program 1-2 semester, sekarang semua Organisasi Penggerak yang terpilih masuk program ini untuk mengerjakan Sekolah Penggerak, boleh membuka programnya kepada mahasiswa dan akan mendapatkan full sks minimum 20 sks," kata Nadiem dalam siaran Youtube Kemendikbud.

Menurutnya, program Organisasi Penggerak akan menjadi salah satu peningkatan kapasitas kualitas pendidikan dengan sangat cepat dengan anak-anak muda terbaik di Indonesia.

 

Organisasi Penggerak nantinya akan menyeleksi mahasiswa yang ingin bergabung.

"Itu tak ada pemaksaan apapun. Terserah mereka (Organisasi Penggerak) memilih mahasiswanya. Tapi pada saat kemendikbud sudah menyetujui Organisasi Penggerak itu, semua mahasiswa di seluruh Indonesia itu boleh meluncurkan aplikasi," ujar Nadiem.

Baca juga: Apa itu Organisasi Penggerak? Ini Penjelasan Nadiem Makarim...

Bila mahasiswa diterima dan menjalani program Organisasi Penggerak selama 6 bulan - 1 tahun akan mendapat sks minimal 20 sks.

"Jadi ini merupakan suatu hal yang akan sangat menarik. tolong mahasiswa se-Indonesia, tolong tunggu pada saat Organisasi Penggeraknya sudah terpilih, kalau Anda punya passion dalam menggerakkan sistem pendidikan. Inilah kesempatannya. Jangan disia-siakan," kata Nadiem.

Ia mengimbau kepada Organisasi Penggerak untuk melibatkan mahasiswa-mahasiswa yang berminat untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.

Organisasi Penggerak

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X