Tahun Depan UN diganti Asesmen Kompetensi Minimum, ini Contoh Soalnya

Kompas.com - 12/03/2020, 15:05 WIB
Sejumlah pelajar SMP Negeri 18 Palu mengerjakan soal ujian nasional dengan skema ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) di SMP Negeri 18 Palu, Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Senin (23/4/2018). Sebagian sekolah SMP di Kota Palu belum dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) karena keterbatasan fasilitas terutama komputer. ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAHSejumlah pelajar SMP Negeri 18 Palu mengerjakan soal ujian nasional dengan skema ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) di SMP Negeri 18 Palu, Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Senin (23/4/2018). Sebagian sekolah SMP di Kota Palu belum dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) karena keterbatasan fasilitas terutama komputer.

KOMPAS.com - Banyak yang menyambut positif berakhirnya Ujian Nasional (UN) di tahun 2020. Namun sejatinya, UN tidak dihapus, melainkan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter.

AKM merupakan salah satu gebrakan yang dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melalui program Merdeka Belajar.

"Tahun 2021 UN akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter," ujar Nadiem saat memaparkan program Merdeka Belajar di Hotel Bidakara,Jakarta, akhir tahun lalu.

Menurut Nadiem, AKM dapat menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa. Nantinya, AKM akan berisi materi yang meliputi tes kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

Baca juga: 5 Tips Memilih Bimbel Tepat untuk Hadapi Ujian Nasional hingga UTBK

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Totok Suprayitno.

Menurut Totok, soal AKM akan sangat berbeda dengan soal UN sehingga siswa maupun guru perlu lebih menyiapkan diri.

"Di UN jarang dikenal soal [AKM] ini. Jadi kira-kira, soal AKM yang berbeda dengan UN lebih kepada pemahaman," terang Totok dalam Bincang Sore Kemendikbud, di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Totok menjelaskan, soal numerasi pada AKM bukan lagi soal matematika yang identik dengan angka-angka dan rumus. Melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan nalar matematika.

Baca juga: Universitas Terbaik Indonesia Versi QS World University Rankings 2020

"Misalnya persoalan kapan sampah itu bisa terurai agar tidak mencemari lingkungan. Kehidupan sehari-hari akan kita angkat dalam soal supaya anak juga kenal dengan persoalan hidup sekaligus bisa menjawab soal ujian," kata Totok.

Soal-soal AKM yang diberikan oleh Kemendikbud melalu laman Youtube pun menuai beragam komentar dari masyarakat.

"Gua Teknisi UNBK tingkat SMP, udah liat contoh soal Asesment, mantap banget. Bener-bener menuntut siswa-siswi tuk cermat membaca dan memahami kasus. Outputnya bisa melihat kemampuan anak dalam menyelesaikan suatu masalah dan dapat merangsang kreatifitas..TOP dukung banget. Selamat tinggal hitung kancing baju :D," tulis Fitria Dudi Aprillianto.

Contoh soal Numerasi yang disajikan Kemendikbud terbagi atas beberapa level, yakni level Pemahaman Konsep, level Aplikasi Konsep dan level Penalaran Konsep. Sedangkan literasi terbagi atas level Mencari Informasi dalam Teks, level Memahami Teks, dan level Mengevaluasi dan Merefleksi Teks.

Berikut beberapa contoh soal Asesmen Kompetensi Minimum yang disiarkan oleh Kemendikbud.

Contoh Soal AKM Numerasi Level: Pemahaman KonsepDok. Kemendikbud Contoh Soal AKM Numerasi Level: Pemahaman Konsep

Contoh Soal AKM Numerasi Level: Aplikasi KonsepDok. Kemendikbud Contoh Soal AKM Numerasi Level: Aplikasi Konsep

Contoh Soal AKM Literasi Membaca Level: Mengevaluasi dan Merefleksi TeksDok. Kemendikbud Contoh Soal AKM Literasi Membaca Level: Mengevaluasi dan Merefleksi Teks

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X