Kala Kandungan Parasetamol Cemari Teluk Jakarta...

Kompas.com - 03/10/2021, 10:45 WIB
Kondisi Teluk Jakarta usai dibersihkan di Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (24/3/2018). Sampah plastik yang sebelumnya menumpuk, kini sudah dibersihkan dan menyisakan lumpur tebal. MAULANA MAHARDHIKAKondisi Teluk Jakarta usai dibersihkan di Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (24/3/2018). Sampah plastik yang sebelumnya menumpuk, kini sudah dibersihkan dan menyisakan lumpur tebal.

KOMPAS.com - Sebuah temuan mengejutkan didapati dari Teluk Jakarta. Limbah yang mencemari air di Teluk Jakarta disebut mengandung konsentrasi parasetamol tinggi.

Parasetamol merupakan jenis obat yang sering digunakan untuk meredakan demam maupun nyeri.

Temuan ini dimuat dalam dalam Buletin Polusi Laut yang diterbitkan oleh laman sciencedirect.com dengan judul "Konsentrasi Tinggi Parasetamol dalam Limbah yang Mendominasi Perairan Teluk Jakarta, Indonesia".

Dalam Buletin Polusi Laut tersebut disebutkan bahwa parasetamol dengan konsentrasi tinggi terdeteksi di Angke dengan kadar 610 ng/L dan Ancol dengan kadar 420 ng/L yang mana keduanya termasuk wilayah Teluk Jakarta.

Baca juga: Limbah di Teluk Jakarta Mengandung Parasetamol, Pemprov DKI Telusuri Sumber Pencemarannya

Peneliti mengklaim ini merupakan studi pertama yang melaporkan kandungan parasetamol di laut sekitar Indonesia.

Pemprov DKI lakukan penelusuran

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons temuan ini. Seperti diberitakan Kompas.com Jumat (1/10/2021), Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengusut sumber pencemaran yang menyebabkan Teluk Jakarta mengandung parasetamol tersebut.

"Kami akan dalami dan telusuri sumber pencemarannya," kata Yogi saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (1/10/2021).

Yogi menuturkan, Pemprov DKI Jakarta mengucapkan terima kasih kepada para peneliti yang telah melakukan penelitian di Teluk Jakarta.

Dinas LH sendiri, kata Yogi, secara rutin memantau kualitas air di Jakarta, tetapi tidak mencantumkan variabel pencemaran berupa parasetamol.

"Tapi memang berdasarkan PP 22/2021 tidak ada parameter parasetamol," ujar dia.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.