Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan Polisi dan Dinas Perhubungan soal Parkir Liar di Masjid Istiqlal Bertarif Rp 150.000

Kompas.com - 13/05/2024, 12:45 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Media sosial X diramaikan dengan video tiga orang pria memungut parkir liar sebesar Rp 150.000 kepada seorang pria di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Dalam video yang diunggah oleh akun @IsuSoksial, Minggu (12/5/2024), pria yang dimintai uang parkir sebesar Rp 150.000 tampak berdebat dengan tiga pelaku.

Pria dalam video sempat menanyakan dasar pemungutan tarif yang dinilai sangat mahal.

Namun, para pelaku menegaskan bahwa lokasi tersebut adalah parkir liar, sedangkan tarif yang dipatok merupakan harga wajar.

"Perdebatan pengunjung dgn oknum juru parkir liar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pengunjung protes dengan biaya retribusi parkir seharga Rp.150rb yg dibebankan kepadanya," tulis pengunggah.

Baca juga: Pekerjaan untuk Juru Parkir Liar Minimarket

Penjelasan polisi

Terkait video itu, Kapolsek Sawah Besar Kompol Dhanar Dhono Vernandhie mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/4/2024) pukul 04.00 WIB di gerbang Al-Fatah Masjid Istiqlal.

Menurutnya, dua dari tiga pelaku sudah diamankan. Mereka adalah AB berusia 49 tahun dan J berusia 26 tahun. Sementara satu pelaku lain yang berinisial D belum diamankan dan masih dilakukan penyelidikan.

“Terjadinya sekitar satu bulan yang lalu,” ujar Dhanar dalam konferensi yang digelar di gerbang Al-Fatah Masjid Istiqlal, dikutip dari tayangan Kompas TV, Senin (13/5/2024).

Dhanar menyampaikan, setelah dilakukan pendalaman, kedua pelaku bisa dijerat pidana.

Diketahui, pelaku AB diduga melakukan penyalahgunaan narkoba setelah dilakukan tes urine dengan hasil positif.

Sementara J dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait kejadian pencurian dengan pemberatan.

“Terhadap saudara J sudah kami tahan,” tandas Dhanar.

Baca juga: Video Viral Pria Ditusuk hingga Meninggal karena Berebut Lahan Parkir, Ini Kata Polisi

Dishub sudah lakukan penjagaan

Dalam konferensi pers yang sama, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Perhubungan Sawah Besar Afif Muhroji mengatakan, pihaknya sudah melakukan penjagaan di kawasan Masjid Istiqlal dari pukul 07.00-19.00 WIB.

Namun, penjagaan yang dilakukan Dishub di kawasan tersebut tidak dilakukan selama 24 jam.

Ia juga mengatakan, di kawasan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral belum tersedia kantong parkir untuk kendaraan berukuran besar, seperti bus.

Halaman:

Terkini Lainnya

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Tren
Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Tren
Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Tren
Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Tren
Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Tren
Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Tren
Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Tren
Ubur-ubur Api Muncul di Pantai Gunungkidul, Apa yang Harus Dilakukan jika Tersengat?

Ubur-ubur Api Muncul di Pantai Gunungkidul, Apa yang Harus Dilakukan jika Tersengat?

Tren
1.301 Jemaah Haji Meninggal, Arab Saudi Bantah Gagal Jadi Tuan Rumah Ibadah Haji 2024

1.301 Jemaah Haji Meninggal, Arab Saudi Bantah Gagal Jadi Tuan Rumah Ibadah Haji 2024

Tren
Apa Itu Tanaman Kratom dan Bagaimana Efek Saat Mengonsumsinya?

Apa Itu Tanaman Kratom dan Bagaimana Efek Saat Mengonsumsinya?

Tren
Alasan Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Kasus Bocah yang Tewas Diduga Dianiaya Polisi

Alasan Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Kasus Bocah yang Tewas Diduga Dianiaya Polisi

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com