Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tas Berisi Uang Rp 15 Juta Milik Jemaah Haji Indonesia Hilang di Masjid Nabawi, Ditemukan TKW

Kompas.com - 25/05/2024, 15:30 WIB
Khairina,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi


MADINAH, KOMPAS.com - Seorang jemaah haji bernama Siti Rahayu, mengaku kehilangan tasnya yang berisikan uang pada Jumat (24/5/2024).

Ia kemudian bergegas mendatangi petugas haji yang bertugas di seksi khusus Masjid Nabawi, Madinah, Lucky Fitri.

Kepada petugas haji, Siti melaporkan kehilangan tas yang berisi uang sebesar Rp 15 juta, handphone, KTP, dan surat penting lainnya.

"Dia datang sendirian dan mengaku kehilangan tas," jelas Lucky Fitri A, Jumat, seperti dilaporkan jurnalis Kompas.com anggota Media Center Haji (MCH) 2024, Khairina.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Padang Meninggal, Jatuh Saat Tawaf Putaran Ketujuh

Saat melapor, Siti mengaku tidak mengetahui di mana letak hotelnya. Perempuan yang tergabung dalam kloter 31 rombongan 2 Embarkasi Surabaya ini juga tidak hapal nomor ponsel rekannya maupun nomornya sendiri yang terbawa dalam tasnya yang hilang.

Lucky lalu memindai kartu identitas jemaah yang tergantung di leher Siti. Kartu identitas itu berisi data jemaah dengan detail, mulai hotel, asal embarkasi, hingga nomor kontak ketua regu (karom).

Petugas menghubungi ketua rombongan dan menyampaikan ada jemaahnya yang kehilangan tas.

"Ibu Siti kami minta tenang dan menunggu hasil investigasi kami," jelas Lucky.

Baca juga: Cegah Dehindrasi, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Terbiasa Minum Oralit

Dia pun meminta ketua rombongan membagi nomor kontak handphone Siti yang ada di dalam tas yang hilang.

Saat Lucky menghubungi nomor tersebut, seorang perempuan menjawabnya dan memberikan informasi bahwa dia menemukan sebuah tas berisi uang.

Perempuan itu adalah tenaga kebersihan Masjid Nabawi. Dia adalah warga negara Indonesia yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita. Sayangnya, Lucky lupa mencatat namanya.

Lucky kemudian mengambil tas itu dan menyerahkannya kembali ke pemiliknya. Barang-barang dalam tas pun masih utuh.

Dia mengimbau agar jemaah tidak membawa uang berlebihan saat pergi ke masjid karena berisko.

"Beruntung karena yang menemukan orang Indonesia. Kalo bukan orang Indonesia agak repot mengurusnya karena bisa berurusan dengan aparat setempat," kata Lucky.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Kapan Waktu yang Tepat Calon Karyawan Bertanya soal Gaji?

Kapan Waktu yang Tepat Calon Karyawan Bertanya soal Gaji?

Tren
Kapan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 70? Berikut Jadwal, Cara Daftar, Syaratnya

Kapan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 70? Berikut Jadwal, Cara Daftar, Syaratnya

Tren
Menko PMK Sebut Judi Online Bahaya, tapi Korbannya Akan Diberi Bansos

Menko PMK Sebut Judi Online Bahaya, tapi Korbannya Akan Diberi Bansos

Tren
KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Kini Gunakan Kereta Ekonomi New Generation, Cek Tarifnya

KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Kini Gunakan Kereta Ekonomi New Generation, Cek Tarifnya

Tren
Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Arafah untuk Wukuf, Ini Alur Perjalanannya

Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Arafah untuk Wukuf, Ini Alur Perjalanannya

Tren
Cara Mengubah Kalimat dengan Format Huruf Besar Menjadi Huruf Kecil di Google Docs

Cara Mengubah Kalimat dengan Format Huruf Besar Menjadi Huruf Kecil di Google Docs

Tren
Lolos SNBT 2024, Ini UKT Kedokteran UGM, Unair, Unpad, Undip, dan UNS

Lolos SNBT 2024, Ini UKT Kedokteran UGM, Unair, Unpad, Undip, dan UNS

Tren
Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN 2024, Klik kip-kuliah.kemdikbud.go.id

Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN 2024, Klik kip-kuliah.kemdikbud.go.id

Tren
Cara Cek Lokasi Faskes dan Kantor BPJS Kesehatan Terdekat secara Online

Cara Cek Lokasi Faskes dan Kantor BPJS Kesehatan Terdekat secara Online

Tren
Ramai soal Video WNA Sebut IKN 'Ibukota Koruptor Nepotisme', Jubir OIKN: Bukan di Wilayah IKN

Ramai soal Video WNA Sebut IKN "Ibukota Koruptor Nepotisme", Jubir OIKN: Bukan di Wilayah IKN

Tren
Pos Indonesia Investasi Robot untuk Efisiensi Gaji, Ekonom: Perlu Analisis Lagi

Pos Indonesia Investasi Robot untuk Efisiensi Gaji, Ekonom: Perlu Analisis Lagi

Tren
Jawaban Anies soal Isu Duet dengan Kaesang, Mengaku Ingin Fokus ke Koalisi

Jawaban Anies soal Isu Duet dengan Kaesang, Mengaku Ingin Fokus ke Koalisi

Tren
Denmark Tarik Peredaran Mi Samyang karena Terlalu Pedas, Bagaimana dengan Indonesia?

Denmark Tarik Peredaran Mi Samyang karena Terlalu Pedas, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Lolos SNBT 2024, Apakah Boleh Tidak Diambil? Ini Penjelasannya

Lolos SNBT 2024, Apakah Boleh Tidak Diambil? Ini Penjelasannya

Tren
Daftar PTN yang Menerima KIP Kuliah Jalur Mandiri, Biaya Studi Bisa Gratis

Daftar PTN yang Menerima KIP Kuliah Jalur Mandiri, Biaya Studi Bisa Gratis

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com