Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video Burung Hinggap di Sarang Semut Disebut untuk Membersihkan Diri, Benarkah?

Kompas.com - 18/04/2024, 19:45 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Unggahan video yang menampilkan burung hinggap di sarang semut disebut untuk membersihkan diri, viral di media sosial.

Unggahan tersebut dimuat oleh akun Instagram ini pada Rabu (17/4/2024) pagi.

Dalam video unggahan, tampak seekor burung berwarna hitam hinggap di atas sebuah sarang semut dan dikerubungi oleh semut-semut di sekitarnya.

Disebutkan bahwa burung tersebut sengaja membuat semut naik ke bulunya untuk menggigit parasit dan kutu yang ada di tubuhnya.

Saat semut menggigit, keluar asam formika yang bisa membersihkan kutu dan parasit sehingga membuat bulu menjadi lebih bersih dan sehat.

"Mandi semut menunjukkan kecerdasan burung dalam mencari solusi untuk menjaga kesehatan mereka," bunyi keterangan dalam unggahan.

Baca juga: Alasan Mengapa Gagak adalah Burung Paling Cerdas di Dunia

Penjelasan ahli

Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Sukirno mengatakan, jenis burung dalam video adalah burung gagak dengan genus Corvus.

Namun, ia belum bisa memastikan terkait adanya burung yang hinggap di sarang semut untuk membersihkan dirinya dari kutu atau parasit.

Dalam video itu, Sukrino berpendapat bahwa beberapa individu tampak membawa semut pra-dewasa untuk keluar sarang karena terganggu.

"Ini terjadi bila sarang tersebut diganggu," kata Sukirno saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/4/2024).

"Rasanya tidaklah logis apabila semut tersebut membersihkan kutu atau parasit burung, karena biasanya (berada) di permukaan bawah bulu burung," lanjutnya.

Baca juga: Ramai soal Ikan Tampak Mati, Kering, dan Dikerubungi Semut Bisa Hidup Lagi Saat Direndam Air, Ini Faktanya

Belum ada penelitian spesifik

Terpisah, dosen Fakultas Biologi IPB University Ani Mardiastuti mengungkapkan, anting sudah lama diketahui, tetapi belum ada penelitian yang benar-benar fokus terhadap hal tersebut.

Dengan demikian, informasi yang beredar di kalangan masyarakat masih menjadi dugaan atau hipotesis.

Ia menjelaskan, kebanyakan kasus anting terjadi di belahan Bumi bagian utara, seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.

Pada kasus-kasus yang tercatat, anting dilakukan oleh burung yang berkulit gelap, seperti gagak dan jay biru.

“Kebetulan saja ada yang melihat, tidak sengaja melihatnya, kejadiannya tidak terduga,” ujar Ina, Kamis.

Tidak sembarang semut, proses ini biasanya melibatkan semut berukuran sedang hingga besar, serta memiliki asam formika dan mudah untuk diambil oleh paruh burung.

Baca juga: Bukan Hanya Penguin, Ini 7 Burung yang Punya Sayap tapi Tidak Bisa Terbang

Menurutnya, terdapat dua cara dalam melakukan anting tersebut, yakni passive anting dan active anting.

Passive anting dilakukan dengan melebarkan sayap, kemudian membiarkan badannya dikerubungi semut.

Semut tersebut kemudian akan mengeluarkan asam formika untuk membunuh kutu-kutu yang ada di badan burung.

Untuk active anting, burung biasanya mengambil semut-semut tersebut dan diletakkan di badannya.

Bahkan, burung akan menghancurkan tubuh semut untuk mengeluarkan asam formika dan dioleskan ke badannya.

“Kalau sudah selesai, semut-semut kan masih di badannya, nah itu bisa dimakan (oleh burung),” ungkapnya.

Baca juga: Viral, Video Burung Hantu Ternyata Mempunyai Kaki Panjang, Ini Penjelasan Pakar

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com