Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meteor Biru Melintasi Langit Spanyol dan Portugal, Ini Penjelasan Badan Antariksa Eropa

Kompas.com - 22/05/2024, 09:15 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Video rekaman sebuah meteor berwarna biru melintasi langit Spanyol dan Portugal, viral di media sosial X.

Salah satu akun X yang mengunggah rekaman meteor biru tersebut yakni @amazingnature pada Senin (20/5/2024).

Dalam video, tampak seorang perempuan sedang merekam dirinya. Namun tiba-tiba langit di atasnya berubah menjadi terang kebiruan karena terdapat sebuah meteor yang melintas.

Perempuan itu pun segera menengadah ke langit tak henti menatap meteor itu. Ia terlihat keheranan dengan fenomena tersebut.

Hingga Rabu (22/5/2024), unggahan tersebut sudah dilihat lebih dari 39,4 juta kali dan mendapat setidaknya 917.000 likes.

Selain itu, banyak warganet yang membagikan video serupa mengenai kemunculan meteor biru yang melintas di Spanyol dan Portugal tersebut.

Baca juga: Viral Video Cahaya di Langit Yogya, Benarkah Ada Meteor yang Jatuh?

Penjelasan Badan Antariksa Eropa

Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) mengonfirmasi adanya fenomena yang terjadi pada Minggu (19/5/2024).

Dikutip dari HindustanTimes, Senin (20/5/2024), mereka mengatakan meteor yang bercahaya biru itu melintasi langit Spanyol dan Portugal dengan kecepatan hampir 45 mil atau 72,5 km per detik.

Namun, ESA mengungkapkan bahwa meteor tersebut sebenarnya adalah sebuah komet kecil.

ESA memperkirakan komet tersebut tidak mencapai atau mendarat hingga permukaan Bumi. Diperkirakan, komet itu terbakar habis di atas Samudra Atlantik pada ketinggian 60 km.

Baca juga: Apa Perbedaan Meteor, Asteroid, dan Komet? Berikut Penjelasannya

Proses terjadinya warna biru

Dilansir dari Space, Senin (20/5/2024), fenomena tersebut biasanya terjadi karena adanya potongan material yang terlepas dari benda luar angkasa yang lebih besar, seperti komet, asteroid, atau bahkan planet lain.

Sekitar 90-95 persen material antariksa seperti itu tidak bertahan cukup lama untuk sampai ke permukaan Bumi.

Gesekan antara benda luar angkasa tersebut dengan atmosfer Bumi menyebabkannya bersinar terang dan menciptakan ekor bercahaya.

Cahaya yang dihasilkan oleh fenomena “bintang jatuh” ini mempunyai warna yang beragam, sesuai dengan komposisi kimianya.

Fenomena yang terjadi pada Minggu (19/5/2024) tersebut memiliki warna biru kehijauan yang dihasilkan oleh magnesium.

Sementara bintang jatuh yang memiliki warna ungu memiliki kandungan kalsium, warna oranye mengandung sodium, warna kuning mengandung zat besi, dan warna merah dikarenakan kandungan oksigen nitrogennya.

Baca juga: Viral, Video Meteor Warna Hijau Meledak di Australia, Ini Kata Ahli

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com