Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Video Pelajar di Yogyakarta Dikepung Usai Tertinggal Rombongan

Kompas.com - 15/05/2024, 21:00 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Video seorang pelajar di Kota Yogyakarta dikepung pelajar lain usai tertinggal rombongan konvoi, viral di media sosial, Selasa (14/5/2024).

Dalam video tersebut, tampak seorang pelajar tercebur ke selokan yang kemudian dikerumuni oleh puluhan pelajar lainnya. 

Pelajar yang tercebur itu pun mencoba berlindung di bawah jembatan agar tidak terkena barang-barang yang dilempar ke arahnya. 

“Viral pelajar tertinggal rombongan konvoi di depan SMK Muhammadiyah 3 Yogya,” bunyi keterangan dalam unggahan.

Hingga Rabu (15/5/2024), unggahan tersebut sudah mendapat 1.038 likes dan ratusan komentar warganet.

Baca juga: Duduk Perkara Tawuran Geng Ladyboy Thailand dan Filipina di Bangkok

Penjelasan polisi

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Sujarwo mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut, yang terjadi pada Senin (13/5/2024).

Ia menjelaskan, pelajar yang tercebur ke selokan itu adalah PBRD (18) yang berasal dari salah satu sekolah kejuruan negeri di Yogyakarta.

“Pada saat itu, anak-anak sebuah salah satu SMK negeri di Yogyakarta barusan merayakan kelulusan dari sekolahnya (dengan cara berkonvoi),” kata Sujarwo saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Pelajar SMK negeri tersebut janjian melalui WhatsApp untuk berkumpul dan dilanjutkan berkonvoi kelulusan.

Mereka lalu berputar-putar (melakukan konvoi), dan sesampainya di tempat kejadian, kelompok ini memprovokasi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Sujarwo menjelaskan, pelajar yang konvoi memprovokasi dengan cara teriak-teriak dan mendobrak pintu gerbang SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta tersebut.

Pihak keamanan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta pun segera menghubungi pihak kepolisian agar bisa mendatangi lokasi kejadian.

“Karena yang dari dalam SMK itu mau keluar dan polisi mulai berdatangan, rombongan konvoi itu lari dengan sepeda motornya,” kata Sujarwo.

Namun, ternyata PBRD yang ikut dalam rombongan konvoi terjatuh ke selokan karena didorong warga setempat untuk melerai kericuhan itu.

Baca juga: Pelaku Tawuran Masih di Bawah Umur, Bisakah Dipidana?

Korban diamankan ke Mapolresta Yogyakarta

Polisi yang sudah berada di lokasi pun segera mengevakuasi PBRD dari selokan dan mengamankannya ke Mapolresta Yogyakarta.

“Dari korban tersebut, tidak terjadi luka. Kerugian materiil pun tidak ada. Tawuran itu pun belum terjadi, toh itu hanya sebatas provokasi,” terang Sujarwo.

PBRD kemudian dimintai keterangan oleh kepolisian sehingga mendapatkan kronologi kejadiannya seperti apa.

Setelah itu, pihaknya pun memanggil orangtua PBRD dan pihak sekolah untuk diberikan pembinaan.

Ia pun berharap agar kejadian tersebut tidak terulang serta mengimbau kepada orangtua dan pihak sekolah bisa lebih mengawasi anak-anak atau siswa-siswinya agar tidak terjerumus ke pergaulan yang tidak diinginkan.

Baca juga: Mengapa di Indonesia Sering Terjadi Tawuran?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com