Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modus Penipuan File APK Kembali Muncul, Kali Ini "Surat PHK dari Kantor Pusat"

Kompas.com - 08/04/2024, 20:00 WIB
Diva Lufiana Putri,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penipuan online berkedok surat pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui pesan WhatsApp, beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @za_ka, Minggu (8/4/2024), unggahan modus penipuan surat PHK ini disertai tangkapan layar pesan dari pelaku.

Tampak dalam tangkapan layar, pelaku yang menamakan WhatsApp-nya dengan "Direktur Kp" tanpa memperkenalkan diri langsung mengirimkan sebuah file berformat dokumen berukuran 5,5 MB.

"Surat PHK dari kantor pusat," tertulis nama dokumen tersebut.

Hingga Senin (8/4/2024) siang, unggahan penipuan modus surat PHK ini pun telah menarik perhatian lebih dari 1,9 juta pengguna dan menuai suka dari 40.000 warganet.

Baca juga: Ramai soal Penipuan Bermodus File APK Pakai Voice Note, Pakar: Tidak Ada Ancaman


Penipuan surat PHK dari kantor pusat

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengungkapkan, penipuan kali ini menggunakan cara yang sama dengan sebelumnya.

Kendati tampak berformat dokumen, menurut Alfons, berkas yang dikirim merupakan file APK yang mengincar one-time password (OTP) mobile banking alias m-banking korban.

"Harusnya sama. Ujung-ujungnya curi SMS dan dipakai untuk cari OTP m-banking atau akun digital lainnya," ujar Alfons, saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/4/2024).

Namun, Alfons mengungkapkan, cara kerja penipuan ini secara detail perlu dites dan diperiksa terlebih dahulu.

Modus mengirimkan file APK melalui pesan WhatsApp telah banyak bertebaran, termasuk undangan pernikahan, paket dari ekspedisi, surat pajak, atau surat tilang yang mengaku dari kepolisian.

Alfons menjelaskan, semua penipuan dengan modus mengirimkan berkas melalui pesan WhatsApp bertujuan agar korban menjalankan file yang dikirim.

Baca juga: Penipuan Modus Surat Tilang yang Kirim File APK via WhatsApp, Kenali Cara Kerja dan Bahayanya!

Cara kerja penipuan file APK

Saat dijalankan, aplikasi akan mencuri SMS yang masuk ke dalam ponsel korban, kemudian meneruskannya ke akun Telegram penipu secara otomatis.

Menurutnya, aplikasi asli berkedok surat resmi yang sering dikirim via pesan WhatsApp tersebut bernama "SMS to Telegram".

Dia melanjutkan, saat APK berbahaya ini dijalankan, sebenarnya akan muncul beberapa peringatan pada ponsel pengguna.

Jika peringatan tersebut diabaikan, maka akan muncul peringatan lain saat memberikan akses SMS kepada aplikasi yang akan diinstal.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

Parlemen Israel Loloskan RUU yang Menyatakan UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Parlemen Israel Loloskan RUU yang Menyatakan UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Tren
Apakah Haji Tanpa Visa Resmi Hukumnya Sah? Simak Penjelasan PBNU

Apakah Haji Tanpa Visa Resmi Hukumnya Sah? Simak Penjelasan PBNU

Tren
Satu Orang Meninggal Dunia Usai Tersedot Turbin Pesawat di Bandara Amsterdam

Satu Orang Meninggal Dunia Usai Tersedot Turbin Pesawat di Bandara Amsterdam

Tren
Pria Jepang yang Habiskan Rp 213 Juta demi Jadi Anjing, Kini Ingin Jadi Hewan Berkaki Empat Lain

Pria Jepang yang Habiskan Rp 213 Juta demi Jadi Anjing, Kini Ingin Jadi Hewan Berkaki Empat Lain

Tren
9 Orang yang Tak Disarankan Minum Teh Bunga Telang, Siapa Saja?

9 Orang yang Tak Disarankan Minum Teh Bunga Telang, Siapa Saja?

Tren
MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah, Diputuskan 3 Hari, Picu Spekulasi Jalan Mulus bagi Kaesang

MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah, Diputuskan 3 Hari, Picu Spekulasi Jalan Mulus bagi Kaesang

Tren
Profil Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Disebut Bakal Maju Pilkada Jakarta 2024

Profil Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Disebut Bakal Maju Pilkada Jakarta 2024

Tren
Tapera dan Kekhawatiran Akan Korupsi Asabri-Jiwasraya Jilid 2

Tapera dan Kekhawatiran Akan Korupsi Asabri-Jiwasraya Jilid 2

Tren
Sarkofagus Ramses II Ditemukan berkat Hieroglif dengan Lambang Nama Firaun

Sarkofagus Ramses II Ditemukan berkat Hieroglif dengan Lambang Nama Firaun

Tren
Kapan Pengumuman Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024?

Kapan Pengumuman Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024?

Tren
Saat Korea Utara Terbangkan Balon Udara Berisi Sampah dan Kotoran ke Wilayah Korsel...

Saat Korea Utara Terbangkan Balon Udara Berisi Sampah dan Kotoran ke Wilayah Korsel...

Tren
China Hukum Mati Pejabat yang Terima Suap Rp 2,4 Triliun

China Hukum Mati Pejabat yang Terima Suap Rp 2,4 Triliun

Tren
Kandungan dan Kegunaan Susu Evaporasi, Kenali Pula Efek Sampingnya!

Kandungan dan Kegunaan Susu Evaporasi, Kenali Pula Efek Sampingnya!

Tren
Pekerja Tidak Bayar Iuran Tapera Terancam Sanksi, Apa Saja?

Pekerja Tidak Bayar Iuran Tapera Terancam Sanksi, Apa Saja?

Tren
Pedangdut Nayunda Minta ke Cucu SYL agar Dijadikan Tenaga Honorer Kementan, Total Gaji Rp 45 Juta

Pedangdut Nayunda Minta ke Cucu SYL agar Dijadikan Tenaga Honorer Kementan, Total Gaji Rp 45 Juta

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com