Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Minuman Penurun Kolesterol, Bantu Tubuh Terhindar dari Penyakit Jantung

Kompas.com - 19/04/2023, 09:15 WIB
Diva Lufiana Putri,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penderita kolesterol tinggi perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Hal tersebut lantaran salah mengonsumsi makanan akan berimbas pada naiknya kadar kolesterol dalam darah.

Kolesterol sebenarnya merupakan zat lemak yang dibutuhkan oleh tubuh. Menurut Kementerian Kesehatan, tubuh membutuhkan kolesterol agar tetap sehat.

Kendati begitu, terlalu banyak kolesterol dalam darah akan meningkatkan risiko masalah kesehatan, mulai dari penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan stroke.

Untungnya, beberapa minuman membantu menurunkan kolesterol tinggi, sehingga risiko berbagai masalah kesehatan yang mengancam nyawa pun ikut turun.

Lalu, apa saja minuman penurun kolesterol?

Baca juga: 4 Jenis Ikan Ini Disebut Kaya Akan Kolesterol Jahat, Benarkah?


Minuman penurun kolesterol tinggi

Dilansir dari laman Medical News Today, sejumlah minuman masuk dalam daftar penurun kolesterol karena mengandung senyawa tertentu.

Berikut sederet minuman yang bagus dikonsumsi orang dengan kolesterol tinggi:

1. Teh hijau

Teh hijau mengandung katekin dan senyawa antioksidan lain yang membantu menurunkan low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat, sekaligus kolesterol total.

Manfaat katekin pada teh hijau ini terbukti dalam sebuah studi pada 2015.

Pada tikus yang diberi air minum mengandung katekin, terjadi penurunan kadar kolesterol total dan LDL sekitar 14,4 persen dan 30,4 persen.

Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki pengaruh teh hijau lebih dalam terhadap kolesterol pada manusia.

2. Susu kedelai

Susu kedelai merupakan minuman rendah lemak jenuh dibandingkan produk susu hewani atau krimer.

Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan konsumsi protein kedelai sebanyak 25 gram per hari sebagai bagian pola makan menurunkan kolesterol tinggi.

Kendati begitu, sebaiknya konsumsi kedelai atau susu kedelai dalam bentuk utuh tanpa menggunakan tambahan gula, garam, atau lemak.

Baca juga: Benarkah Minum Air Hangat Bantu Turunkan Kolesterol Tinggi?

Ilustrasi susu kedelai, manfaat susu kedelai.Dok. Healthline/Marti Sans Ilustrasi susu kedelai, manfaat susu kedelai.

Halaman:

Terkini Lainnya

Jaga Kesehatan, Jemaah Haji Diimbau Umrah Wajib Pukul 22.00 atau 09.00

Jaga Kesehatan, Jemaah Haji Diimbau Umrah Wajib Pukul 22.00 atau 09.00

Tren
Sisa Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024, Ada Berapa Tanggal Merah?

Sisa Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024, Ada Berapa Tanggal Merah?

Tren
4 Tanda yang Menunjukkan Orangtua Psikopat, Apa Saja?

4 Tanda yang Menunjukkan Orangtua Psikopat, Apa Saja?

Tren
SIM Diganti NIK Mulai 2025, Kapan Masyarakat Harus Ganti Baru?

SIM Diganti NIK Mulai 2025, Kapan Masyarakat Harus Ganti Baru?

Tren
Dirjen Dikti: Rektor Harus Ajukan UKT 2024 dan IPI Tanpa Kenaikan

Dirjen Dikti: Rektor Harus Ajukan UKT 2024 dan IPI Tanpa Kenaikan

Tren
Warganet Sebut Pemakaian Kain Gurita Bayi Bisa Cegah Hernia, Benarkah?

Warganet Sebut Pemakaian Kain Gurita Bayi Bisa Cegah Hernia, Benarkah?

Tren
Saat Jokowi Sebut UKT Akan Naik Tahun Depan, tapi Prabowo Ingin Biaya Kuliah Turun

Saat Jokowi Sebut UKT Akan Naik Tahun Depan, tapi Prabowo Ingin Biaya Kuliah Turun

Tren
Bolehkah Polisi Hapus 2 Nama DPO Pembunuhan Vina yang Sudah Diputus Pengadilan?

Bolehkah Polisi Hapus 2 Nama DPO Pembunuhan Vina yang Sudah Diputus Pengadilan?

Tren
Kisah Nenek di Jepang, Beri Makan Gratis Ratusan Anak Selama Lebih dari 40 Tahun

Kisah Nenek di Jepang, Beri Makan Gratis Ratusan Anak Selama Lebih dari 40 Tahun

Tren
Ramai soal Uang Rupiah Diberi Tetesan Air untuk Menguji Keasliannya, Ini Kata BI

Ramai soal Uang Rupiah Diberi Tetesan Air untuk Menguji Keasliannya, Ini Kata BI

Tren
Benarkah Pegawai Kontrak yang Resign Dapat Uang Kompensasi?

Benarkah Pegawai Kontrak yang Resign Dapat Uang Kompensasi?

Tren
Peneliti Ungkap Hujan Deras Dapat Picu Gempa Bumi, Terjadi di Perancis dan Jepang

Peneliti Ungkap Hujan Deras Dapat Picu Gempa Bumi, Terjadi di Perancis dan Jepang

Tren
Pengguna Jalan Tol Wajib Daftar Aplikasi MLFF Cantas, Mulai Kapan?

Pengguna Jalan Tol Wajib Daftar Aplikasi MLFF Cantas, Mulai Kapan?

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan Juni-November 2024, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan Juni-November 2024, Ini Daftar Wilayahnya

Tren
Ada Potensi Kekeringan dan Banjir secara Bersamaan Saat Kemarau 2024, Ini Penjelasan BMKG

Ada Potensi Kekeringan dan Banjir secara Bersamaan Saat Kemarau 2024, Ini Penjelasan BMKG

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com