Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Potensi Kekeringan dan Banjir secara Bersamaan Saat Kemarau 2024, Ini Penjelasan BMKG

Kompas.com - 28/05/2024, 16:15 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, Indonesia berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi berupa kekeringan dan banjir secara bersamaan saat musim kemarau 2024.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca, seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, potensi kekeringan dan banjir secara bersamaan pada musim kemarau ini disebabkan oleh luas wilayah dan komplekstitas kondisi geografis Indonesia.

Karena alasan itu, ada potensi perbedaan kondisi cuaca di beberapa daerah dalam satu pulau.

“Yang satu mengalami banjir bandang, sisi timurnya mengalami kekeringan,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers daring, Selasa (28/5/2024).

“Jadi, dalam kondisi saat ini kita mengalami bencana hidrometeorologi, baik basah dan kering, dalam waktu yang bersamaan hanya wilayahnya yang berbeda. Kurang lebih dipisahkan oleh (garis) Khatulistiwa,” tambahnya.

Baca juga: Musim Kemarau Diprediksi Mundur, Akankah Cuaca Panas Terik 2023 Terulang Lagi?

Wilayah Indonesia yang masuk musim kemarau Juni 2024

Dwikorita menuturkan, berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim kemarau 2024, sebanyak 19 persen dari total zona musim (ZOM) di Indonesia telah masuk musim kemarau.

Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, pesisi utara dan selatan Jawa, Bali bagian selatan, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan kondisi curah hujan pada dua dasarian terakhir, sebagian besar wilayah yang berpotensi segera memasuki musim kemarau adalah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG juga memprediksi berbagai wilayah akan memasuki musim kemarau pada akhir Mei dan awal hingga pertengahan Juni 2024, berdasarkan prakiraan dasarian II atau 11-20 Mei 2024.

Baca juga: Pohon Purba Beri Bukti Musim Panas 2023 adalah yang Terpanas dalam 2.000 Tahun

Wilayah tersebut meliputi:

  • Sebagian besar Sumatera
  • Sebagian Jawa bagian barat dan tengah
  • Sebagian kecil Kalimantan Selatan
  • Sebagian kecil Kalimantan Timur
  • Sebagian kecil Sulawesi Tenggara
  • Sebagian kecil Papua Selatan.

Dwikorita menyampaikan, BMKG juga melakukan monitoring perkembangan musim yang menunjukkan beberapa wilayah mengindikasikan masuk musim kemarau.

Wilayah tersebut adalah pesisir selatan Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Baca juga: Warga Bandung “Menjerit” Kepanasan, BMKG Ungkap Penyebabnya

Wilayah yang masuk musim kemarau Juli hingga Agustus 2024

Di sisi lain, BMKG juga merilis daftar wilayah yang akan masuk musim kemarau pada Juli hingga Agustus 2024.

Simak daftarnya di bawah ini:

Juli 2024

  • Sebagian kecil Aceh
  • Sebagian kecil Sumatera Utara
  • Sebagian kecil Riau dan Kepulauan Riau
  • Sebagian kecil Sumatera Selatan
  • Sebagian Bangka Belitung
  • Sebagian Kalimantan Tengah
  • Sebagian Kalimantan Timur
  • Sebagian Kalimantan Selatan
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Sebagian kecil Sulawesi Barat
  • Sebagian kecil Sulawesi Tengah
  • Sebagian Gorontalo
  • Sebagian Sulawesi Utara
  • Sebagian kecil Maluku
  • Sebagian Papua Barat.

Agustus 2024

  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Maluku
  • Maluku Utara.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di Jateng Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com