Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tanda yang Menunjukkan Orangtua Psikopat, Apa Saja?

Kompas.com - 28/05/2024, 20:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Psikopat adalah kondisi mental yang ditandai dengan pola perilaku melanggar hak-hak orang lain, norma sosial, dan aturan hukum.

Kondisi tersebut juga dapat disertai dengan tanda lain, yakni ketidakmampuan mengontrol perilaku, sombong, dan tidak mempunyai rasa empati.

Kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan karena psikopat memiliki kecenderungan mengambinghitamkan orang lain dan merasa dirinya selalu benar.

Dilansir dari laman RS Ciputra, psikopat dapat dialami oleh siapapun, namun biasanya muncul ketika usia sudah dewasa, termasuk pada orangtua yang sudah memiliki anak.

Baca juga: Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Potensi psikopat jadi orangtua

Dilansir dari IFL Science, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan sifat psikopat lebih mungkin untuk menjadi orangtua.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dipublikasikan di Springer Link pada 30 Maret 2022.

Hasil penelitian didapat setelah peneliti menyurvei 255 pria dewasa muda untuk melihat bagaimana sifat-sifat psikopat berhubungan dengan status hubungan pria dan status sebagai orangtua.

Survei juga dilakukan untuk mengasuh anak dan kawin dan sikap mereka terhadap anak-anak dan bidang kehidupan lain yang membutuhkan investasi.

Para peserta menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk menilai sifat-sifat psikopat. Mereka juga menjawab pertanyaan tentang hubungan mereka sendiri dan status orangtua serta berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk kegiatan seperti mengasuh anak dan sikap mereka terhadapnya. 

Pertanyaan juga diajukan mengenai area lain dalam hidup mereka, seperti waktu yang mereka habiskan untuk merawat diri sendiri dan bekerja untuk mencapai tujuan seperti promosi jabatan.

Di sisi lain, peserta turut dihadapkan pada gambar-gambar yang menggambarkan tiga area kehidupan yang membutuhkan investasi, seperti pernikahan, pengasuhan anak, dan mengupayakan diri sendiri dan potensi reproduksi, baik itu dalam hal olahraga atau mendapatkan promosi jabatan.

Ketika pria yang disurvei dihadapkan pada gambar mengenai pernikahan, mereka ditunjukkan potret wanita yang dinilai menarik dan diminta untuk mengisi kemungkinannya akan berhubungan dengan orang tersebut jika masih lajang. 

Sementara untuk gambar soal mengasuh anak, pria yang disurvei diperlihatkan gambar bayi yang lucu dan diminta untuk menilai seberapa besar kemungkinan mereka akan mengadopsi bayi tersebut.

Pria yang disurvei juga diminta untuk menilai seberapa menarik aktivitas fisik seperti menghasilkan uang atau berolahraga bagi mereka.

Dari situlah peneliti menemukan bahwa orang dengan sifat psikopat lebih mungkin untuk menjadi orangtua.

Halaman:

Terkini Lainnya

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Tren
Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Tren
Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Tren
Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Tren
Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Tren
Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Tren
Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Tren
Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Tren
Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Tren
Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Tren
Kata Media Asing soal PDN Diserang 'Ransomware', Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Kata Media Asing soal PDN Diserang "Ransomware", Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Tren
Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Tren
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Tren
Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Tren
7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com