Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peneliti Ungkap Hujan Deras Dapat Picu Gempa Bumi, Terjadi di Perancis dan Jepang

Kompas.com - 28/05/2024, 17:30 WIB
Laksmi Pradipta Amaranggana,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah studi pada 2023 mengungkapkan bahwa hujan deras diperkirakan menjadi penyebab gempa bumi yang terjadi di Lembah Rhone, Perancis pada 2019.

Studi tersebut diterbitkan oleh jurnal Remote Sensing dengan judul "Impacts of Water and Stress Transfers from Ground Surface on the Shallow Earthquake of 11 November 2019 at Le Teil (France)".

Meskipun tidak ada korban jiwa dan dampaknya cukup terbatas, namun temuan ini menunjukkan bahwa dampak manusia terhadap iklim dapat menimbulkan konsekuensi tidak langsung yang tidak terduga dan belum diperhitungkan.

Pada Senin (11/11/2019), gempa berkekuatan 4,9 SR menyebabkan ratusan rumah runtuh sebagian di desa Le Teil dan Saint-Thome, bagian barat daya Perancis.

Rumah yang ada di desa tersebut sudah berabad-abad berdiri dan beberapa gempa yang terjadi sebelumnya terlalu kecil sehingga tidak dapat mengganggu batu-batu di dalamnya.

Kecurigaan awal terfokus pada tambang di dekatnya. Namun, penelitian lebih lanjut  menunjukkan penyebabnya adalah hujan deras pada Oktober 2019.

Baca juga: 18 Tahun Silam Yogyakarta Diguncang Gempa M 5,9, Ribuan Orang Meninggal Dunia


Alasan hujan deras dapat menyebabkan gempa bumi

Dikutip dari IFL Science, Rabu (23/8/2023), para ilmuwan di Bureau de Recherches Geologiques et Minieres, Perancis membuat model geologi 3D wilayah di sekitar lokasi gempa.

Lembaga tersebut juga memperhitungkan batuan yang diambil dari tambang sejak tahun 1850.

Dalam penelitian tersebut, masuknya air tanah dan tanah yang terhidrasi akibat hujan deras terjadi pada bulan sebelumnya ketika banjir besar melanda wilayah tersebut.

Para peneliti menggunakan data kelembapan tanah dari satelit Soil Moisture and Ocean Salinity (SMOS) untuk memperkirakan infiltrasi air.

Mereka menemukan, tekanan dari air tambahan ini berada pada titik tertinggi setidaknya selama 10 tahun sebelum gempa terjadi.

Tekanan air tersebut mencapai hampir 1 juta pascal dengan kedalaman 1,2 kilometer di bawah permukaan dan dekat titik pertemuan dua garis patahan.

Mereka memperkirakan, tekanan yang dihasilkan oleh air tersebut 2,5 kali lipat dari tekanan yang dihasilkan oleh penggalian.

Peneliti juga berpendapat bahwa tekanan ini cukup untuk memicu garis patahan dangkal di daerah tersebut yang menyebabkan gempa bumi kecil.

Sebagai informasi, gempa bumi pada 2019 tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 1 kilometer dan sangat dekat dengan permukaan.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com