Update Corona Global 24 Oktober: Jerman Laporkan Kasus Tertinggi Sejak Mei | Singapura Masukkan Vaksin Sinovac dalam Program Vaksinasi Nasional

Kompas.com - 24/10/2021, 07:38 WIB
Warga Singapura terlihat menyantap makan siang mereka di Pusat Makanan Alexandra Village, Sabtu siang (23/10/2021). Singapura menerapkan kembali pembatasan sosial mulai Senin (27/9/2021) untuk menghentikan laju gelombang keenam pandemi Covid-19 KOMPAS.com/ERICSSENWarga Singapura terlihat menyantap makan siang mereka di Pusat Makanan Alexandra Village, Sabtu siang (23/10/2021). Singapura menerapkan kembali pembatasan sosial mulai Senin (27/9/2021) untuk menghentikan laju gelombang keenam pandemi Covid-19
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Kasus baru infeksi virus corona masih terus dilaporkan di sejumlah negara.

Sejak teridentifikasi akhir 2019, virus corona penyebab Covid-19 telah menginfeksi ratusan juta orang di dunia dan menyebabkan lebih dari empat juta orang meninggal dunia.

Melansir worldometers, berikut perkembangan kasus virus corona secara global hingga Minggu, 24 Oktober 2021:

  • Total infeksi: 244.076.300 kasus
  • Total sembuh: 221.136.926 kasus
  • Total meninggal: 4.958.635 kasus

Baca juga: Pintu Masuk Kedatangan Internasional Mulai Dibuka, Mana Saja?

Kasus baru Jerman tertinggi sejak pertengahan Mei

Jerman mencatat infeksi virus corona tertinggi sejak pertengahan Mei pada Sabtu (23/10/2021).

Kasus baru yang dilaporkan mencapai ambang 100 kasus per 100.000 dalam tujuh hari terakhir yang dulunya menjadi tolok ukur penerapan lockdown secara ketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir CNA, Jerman mencatat 86 kematian Covid-19 pada Sabtu, dengan total korban meningkat menjadi 95.077 orang.

Terdapat 15.145 infeksi baru selama 24 jam, meningkat 31 persen selama delapan hari terakhir.

Baca juga: Alur dan Aturan Lengkap Perjalanan Internasional bagi WNI dan WNA

Antrean peserta vaksinasi Covid-19 di Arena Treptow, Berlin, Jerman, 9 Agustus 2021. Tempat vaksinasi ini dibuat bernuansa ala diskotik atau tempat dugem untuk menarik minat masyarakat usia muda agar mau divaksin.AFP PHOTO/JOHN MACDOUGALL Antrean peserta vaksinasi Covid-19 di Arena Treptow, Berlin, Jerman, 9 Agustus 2021. Tempat vaksinasi ini dibuat bernuansa ala diskotik atau tempat dugem untuk menarik minat masyarakat usia muda agar mau divaksin.

Menteri Kesehatan Jens Spahn mencatat, saat ini Jerman dapat jauh lebih baik mengatasi virus corona dikarenakan vaksinasi, meskipun memakai masker dan pembatasan aktivitas di dalam ruangan untuk orang yang tidak divaksin akan tetap ada sampai musim semi berikutnya.

Tingkat insiden kasus selama tujuh hari hingga Agustus digunakan untuk memutuskan memberlakukan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat.

Tren kenaikan menjadi terlihat hampir di semua kelompok umur selama seminggu terakhir, dan diperkirakan peningkatan jumlah kasus akan bertambah cepat di musim gugur dan musim dingin selanjutnya.

Sekitar 66 persen penduduk Jerman telah divaksinasi, namun diperingatkan kemungkinan adanya gelombang keempat.

Baca juga: Penerbangan Internasional dari Singapura Masih Dilarang, Ini Alasannya

Jerman klasifikasikan Singapura daerah berisiko tinggi

Mulai 24 Oktober, Jerman akan mengklasifikasikan Singapura sebagai daerah berisiko tinggi.

Namun, orang-orang yang divaksinasi penuh terhadap Covid-19 masih dapat melakukan perjalanan ke Jerman tanpa perlu karantina, tapi harus menyelesaikan pendaftaran entri digital sebelum memasuki negara tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.