Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Bulan Lagi, Ponsel-ponsel Ini Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp

Kompas.com - 28/08/2021, 06:07 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Simak ponsel-ponsel yang tidak bisa lagi memakai WhatsApp mulai 1 November 2021.

Diketahui, WhatsApp menyatakan bahwa aplikasinya tidak akan mendukung sejumlah ponsel, baik Android maupun iOS, yang akan dimulai pada 1 November 2021 mendatang.

Ponsel terebut adalah yang berjalan di atas sistem operasi Android versi lawas, yakni 4.0.4 ke bawah.

"WhatsApp tidak akan lagi mendukung ponsel Andrid yang menjalankan sistem operasi4.0.4 dan yang lebih lama pada 1 November 2021," tulis WhatsApp dalam laman resminya.

WhatsApp mengimbau kepada penggunannya untuk segera mengganti ponsel yang berbasis Android 4.0.4 ke bawah.

Baca juga: Daftar Ponsel yang Tak Bisa Gunakan WhatsApp Mulai 1 November 2021

Selain ponsel Android, smartphone iPhone yang menjalankan iOS 9 ke bawah juga tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp.

Sistem operasi Android 4.0.4 dikenal pula dengan nama Ice Cream Sandwich (ICS). Sistem operasi ini diluncurkan pada tahun 2011 silam.

Dengan demikian Android ICS sudah berusia 10 tahun sehingga wajar jika nanti tidak akan mendukung lagi WhatsApp.

Sementara pengguna iPhone yang masih menggunakan iOS 9 disarankan untuk melakukan update ke iOS 10 atas lebih atasnya agar bisa mendukung WhatsApp.

Ponsel yang tak bisa memakai WhatsApp per 1 November

Ponsel Android

1. Samsung

- Galaxy Trend Lite

- Galaxy Trend II

- Galaxy SII

- Galaxy S3 mini

- Galaxy Xcover 2

- Galaxy Core

- Galaxy Ace 2

2. LG

- Lucid 2

- Optimus F7

- Optimus F5

- Optimus L3 II Dual

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Paus Fransiskus Umumkan 2025 sebagai Tahun Yubileum, Apa Itu?

Paus Fransiskus Umumkan 2025 sebagai Tahun Yubileum, Apa Itu?

Tren
Bisakah Cairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring Usai Resign?

Bisakah Cairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring Usai Resign?

Tren
Apa Itu Gerakan Blockout 2024 yang Muncul Selepas Met Gala dan Merugikan Taylor Swift juga Zendaya?

Apa Itu Gerakan Blockout 2024 yang Muncul Selepas Met Gala dan Merugikan Taylor Swift juga Zendaya?

Tren
Balon Udara Meledak di Ponorogo, Korban Luka Bakar 63 Persen, Polisi: Masuk Ranah Pidana

Balon Udara Meledak di Ponorogo, Korban Luka Bakar 63 Persen, Polisi: Masuk Ranah Pidana

Tren
Warga Korsel Dilaporkan Hilang di Thailand dan Ditemukan di Dalam Tong Sampah yang Dicor Semen

Warga Korsel Dilaporkan Hilang di Thailand dan Ditemukan di Dalam Tong Sampah yang Dicor Semen

Tren
Harta Prajogo Pangestu Tembus Rp 1.000 Triliun, Jadi Orang Terkaya Ke-25 di Dunia

Harta Prajogo Pangestu Tembus Rp 1.000 Triliun, Jadi Orang Terkaya Ke-25 di Dunia

Tren
Media Asing Soroti Banjir Bandang Sumbar, Jumlah Korban dan Pemicunya

Media Asing Soroti Banjir Bandang Sumbar, Jumlah Korban dan Pemicunya

Tren
Sejarah Lari Maraton, Jarak Awalnya Bukan 42 Kilometer

Sejarah Lari Maraton, Jarak Awalnya Bukan 42 Kilometer

Tren
Rekonfigurasi Hukum Kekayaan Intelektual terhadap Karya Kecerdasan Buatan

Rekonfigurasi Hukum Kekayaan Intelektual terhadap Karya Kecerdasan Buatan

Tren
Basuh Ketiak Tanpa Sabun Diklaim Efektif Cegah Bau Badan, Benarkah?

Basuh Ketiak Tanpa Sabun Diklaim Efektif Cegah Bau Badan, Benarkah?

Tren
BPJS Kesehatan Tegaskan Kelas Pelayanan Rawat Inap Tidak Dihapus

BPJS Kesehatan Tegaskan Kelas Pelayanan Rawat Inap Tidak Dihapus

Tren
Cara Memindahkan Foto dan Video dari iPhone ke MacBook atau Laptop Windows

Cara Memindahkan Foto dan Video dari iPhone ke MacBook atau Laptop Windows

Tren
Video Viral Pusaran Arus Laut di Perairan Alor NTT, Apakah Berbahaya?

Video Viral Pusaran Arus Laut di Perairan Alor NTT, Apakah Berbahaya?

Tren
Sosok Rahmady Effendi Hutahaean, Eks Kepala Kantor Bea Cukai Purwakarta yang Dilaporkan ke KPK

Sosok Rahmady Effendi Hutahaean, Eks Kepala Kantor Bea Cukai Purwakarta yang Dilaporkan ke KPK

Tren
Harta Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Disebut Janggal, Benarkah Hanya Rp 6,3 Miliar?

Harta Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Disebut Janggal, Benarkah Hanya Rp 6,3 Miliar?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com