Paus Fransiskus Perbarui Hukum Kanonik, Perberat Hukuman Pelaku Pelecehan Seksual

Kompas.com - 05/06/2021, 22:15 WIB
Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di The Vatican Sunday, 4 April 2021, selama pandemi Covid-19 virus corona. AP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTEPaus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di The Vatican Sunday, 4 April 2021, selama pandemi Covid-19 virus corona.

KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus memperbarui hukum kriminal dalam Gereja Katolik, Selasa (1/6/2021). Langkah ini diambil berkaitan dengan kasus pedofilia di Gereja Katolik.

Pembaruan itu antara lain menambahkan arahan untuk menghukum kejahatan pelecehan seksual, yang telah lama disorot oleh para aktivis, terkait kasus pedofilia oleh imam.

Revisi sanksi pidana dalam Kitab Hukum Kanonik ini telah dilakukan dalam proses yang panjang.

Proses ini melibatkan banyak masukan dari ahli hukum kanonik dan pidana serta mempertimbangkan pengaduan oleh para korban pelecehan seksual, dan lainnya.

Baca juga: Paus Fransiskus Perbarui Hukum Kanonik, Tanggapi Kasus Pedofilia di Gereja Katolik

Hal yang disoroti oleh para korban adalah kata-kata dalam Kitab Hukum Gereja yang dinilai sudah usang dan tidak transparan. Dalam bagian pembukaan di perubahan itu, Paus Fransiskus menulis tujuan revisi adalah untuk “pemulihan keadilan, reformasi bagi pelanggar, dan perbaikan skandal”.

Sejak dilantik menjadi Paus pada 2013 lalu, Paus Fransiskus telah berusaha mengatasi skandal pelecehan seksual selama puluhan tahun yang melibatkan para imam Katolik di seluruh dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati begitu, banyak aktivis anti pedofilia yang bersikeras bahwa masih banyak tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Paus asal Argentina itu ialah mengadakan pertemuan tingkat tinggi gereja, tentang pelecehan seksual oleh imam. Pembahasan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu terjadi pada 2019.

Baca juga: Keuangan Vatikan Krisis, Paus Fransiskus Potong Gaji Kardinal

Saat itu, Paus Fransiskus juga mencabut aturan kerahasiaan yang menghalangi penyelidikan pelecehan terhadap imam, serta langkah-langkah lainnya.

Meski begitu, perubahan saat ini tidak secara eksplisit menguraikan pelanggaran seksual terhadap anak di bawah umur. Namun hal itu mengacu pada pelanggaran terhadap “Perintah Allah” yang keenam, terkait larangan perzinahan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X