Kompas.com - 21/05/2021, 22:13 WIB
Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di The Vatican Sunday, 4 April 2021, selama pandemi Covid-19 virus corona. AP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTEPaus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di The Vatican Sunday, 4 April 2021, selama pandemi Covid-19 virus corona.

KOTA VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Fransiskus pada Jumat (21/5/2021) memuji gencatan senjata Israel-Hamas dan meminta seluruh Gereja Katolik berdoa bersama untuk perdamaian.

"Saya berterimakasih kepada Tuhan atas keputusan untuk menghentikan konflik bersenjata dan tindakan kekerasan, serta saya berdoa untuk jalan dialog dan perdamaian," ujar Paus Faransiskus, seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Proses Gencatan Senjata Israel-Hamas Diwarnai Saling Tuduh Genosida

"Besok malam, Catholic Ordinaries of the Holy Land bersama dengan umat beriman, akan berkumpul untuk merayakan Vigil of Pentecost di Geereja Saint Stephen di Yerusalem dan untuk memohon anugerah perdamaian," lanjutnya.

"Saya mengambil kesempatan ini untuk meminta semua pendeta dan umat Gereja Katolik untuk mempersatukan diri secara spiritual dengan doa ini," ungkapnya.

Baca juga: Jelang Gencatan Senjata, Israel dan Hamas Masih Saling Serang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semoga setiap komunitas berdoa kepada Roh Kudus 'agar orang Israel dan Palestina dapat menemukan jalan dialog dan pengampunan, bersabar membangun perdamaian dan keadilan, dan terbuka, selangkah demi selangkah, pada harapan bersama, untuk hidup berdampingan di antara saudara dan saudari'," jelasnya.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas, gerakan Islam yang mengontrol Jalur Gaza, berlangsung pada Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas Dirayakan dengan Saling Klaim Kemenangan

Gancatan senjata ditandai setelah 11 hari pertempuran mematikan yang menghantam kantong Palestina dan memaksa banyak orang Israel untuk berlindung dari roket.

Gencatan senjata Israel-Hamas ditengahi oleh Mesir, yang disepakati menyusul meningkatnya tekanan internasional untuk membendung pertumpahan darah yang meletus pada 10 Mei.

Baca juga: Hamas dan Israel Gencatan Senjata, Hezbollah Ikut Merayakan

Tentara Israel mengatakan Hamas dan kelompok bersenjata Islam lainnya di Gaza telah menembakkan lebih dari 4.300 roket ke Israel, yang telah merenggut 12 nyawa, termasuk 2 anak dan seorang tentara Israel.

Sedangkan serangan Israel di Gaza telah menewaskan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, serta para militan. Selain itu, dicatat ada 1.900 orang lainnya yang mengalami luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Baca juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas Tercapai, Menlu AS Segera Kunjungi Timur Tengah


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X