Kompas.com - 16/05/2021, 12:31 WIB
Informasi mengenai sayuran yang berbahaya bagi ibu hamil yang disebar Facebook Klinik Pratama Aisyiyah Petarukan, (7/11/2019). Facebook Klinik Pratama Aisyiyah PetarukanInformasi mengenai sayuran yang berbahaya bagi ibu hamil yang disebar Facebook Klinik Pratama Aisyiyah Petarukan, (7/11/2019).
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Informasi yang menyebut bahwa ada beberapa sayuran yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil beredar di media sosial, Facebook.

Informasi tersebut menyertakan narasi bahwa sayuran-sayuran tersebut menyebabkan gangguan pada kehamilan, bahkan kematian.

Dari konfirmasi Kompas.com, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Dokter kandungan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, dr Boy Abidin mengatakan, selama sayuran dibersihkan dan dimasak matang maka boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

Narasi yang beredar

Informasi mengenai beberapa sayur yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil, diunggah akun Facebook Klinik Pratama Aisyiyah Petarukan, pada 7 November 2019 pukul 14.00 WIB.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat hamil Mama disarankan untuk makan banyak sayuran untuk memenuhi nutrisi tubuh dan perkembangan janin. Tetapi ternyata tidak semua sayuran baik untuk dikonsumsi Lho Ma. Mama perlu mencari tahu sayuran apa saja yang tidak boleh dimakan saat hamil," tulis dia.

Ia menyebut ada 5 jenis sayuran beserta penyakit yang bisa ditimbulkannya.

Adapun poin-poin dari narasi yang dia unggah, yakni:

  • Daun pepaya memicu ari-ari menjadi rapuh
  • Pestisida dalam lalapan mentah berisiko menyebabkan keguguran
  • Pare membuat kelahiran prematur
  • Kotoran dalam taoge yang dikonsumsi berlebih menyebabkan gangguan kehamilan
  • Kangkung mentah atau setengah matang yang ditakutkan mengandung mikroba yang menyebabkan kematian

Narasi serupa juga dikemas dalam bentuk video yang disebar di Facebook, seperti di sini dan di sini.

Konfirmasi Kompas.com

Dari konfirmasi yang dilakukan Kompas.com, informasi yang disebar di Facebook itu adalah hoaks.

Dokter kandungan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, dr Boy Abidin mengkonfirmasi poin-poin dari narasi yang beredar.

Berikut beberapa poin klarifikasi dari informasi mengenai sayuran yang berbahaya bagi ibu hamil.

1. Daun pepaya

Boy menjelaskan bahwa tidak ada kaitan antara konsumsi daun pepaya dengan ari-ari rapuh atau kondisi kehamilan seperti yang disebutkan dalam status Facebook tersebut.

"Enggaklah. Tidak ada kaitannya daun pepaya sama ari-ari. Daun pepaya sih aman-aman saja," kata Boy kepada Kompas.com, Rabu (12/5/2021).

Menurut Boy, ari-ari yang rapuh biasanya disebabkan karena infeksi atau ada masalah dengan proses pembentukan ari-ari sejak awal.

Ari-ari yang rapuh juga bisa terjadi karena tekanan darah tinggi yang disebut dengan solusio plasenta.

Ini merupakan kondisi komplikasi pada kehamilan yang membaut plasenta terlepas dari dinding rahim.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X