60 Detik di Lift, Seorang Perempuan Tanpa Gejala Tularkan Virus Corona kepada Puluhan Orang

Kompas.com - 14/07/2020, 18:16 WIB
Ilustrasi menggunakan lift atau elevator di kantor saat pandemi Covid-19 untuk mencegah agar tidak tertular virus corona baru, SARS-CoV-2. Lakukan jaga jarak (physical distancing) dan hindari berbicara di dalam lift. SHUTTERSTOCK/Janon StockIlustrasi menggunakan lift atau elevator di kantor saat pandemi Covid-19 untuk mencegah agar tidak tertular virus corona baru, SARS-CoV-2. Lakukan jaga jarak (physical distancing) dan hindari berbicara di dalam lift.

KOMPAS.com - Seorang perempuan di China diketahui menularkan virus corona pada puluhan orang lainnya hanya dalam waktu 60 detik ketika berada di lift.

Melansir Daily Star, Minggu (12/7/2020) peristiwa ini terjadi di Provinsi Heilongjiang, China, pada pertengahan April lalu.

Hal itu diketahui dari sebuah riset yang dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Riset itu meneliti tentang dampak yang bisa muncul jika satu orang positif Covid-19 keluar rumah dan tidak melakukan isolasi.

Kasus penyebaran virus ini dipelajari secara mendalam setelah terjadi kasus Covid-19 di dua rumah sakit di Provinsi Heilongjiang.

Para petugas yang melakukan kontak atau pelacakan sumber virus dibuat kebingungan dengan apa yang terjadi karena tidak kunjung menemukan titik terang.

Pada 2 April 2020, ada seorang pria di wilayah itu yang menderita stroke akut yang kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Selama di rumah sakit, pria ini didampingi oleh ketiga putranya secara bergantian.

Salah satu atau beberapa di antara mereka tanpa disadari telah menginfeksi 28 orang di rumah sakit, termasuk lima perawat dan seorang dokter.

Sebelum didiagnosis menderita stroke level berat, pria ini pernah dibawa ke rumah sakit yang berbeda untuk bisa memulihkan kondisi.

Di rumah sakit itu, diketahui terjadi 20 kasus infeksi Covid-19.

Pelacakan mendalam

Aplikasi contact tracingbbc.com Aplikasi contact tracing
Setelah dilakukan pelacakan lebih dalam, pria penderita stroke ini ternyata diduga mendapatkan infeksi virus corona dari seorang pasien lain, sebut saja pasien B yang menunjukkan gejala Covid-19.

Hasil pemeriksaan ahli menunjukkan, virus yang ada di dalam tubuh pasien B merupakan jenis virus yang berasal dari luar negeri.

Akhirnya, semua orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan pasien B, baik di rumah sakit, maupun di luar itu, dites dan diisolasi.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X