Gajinya Tidak Dipotong Saat Pandemi, Perdana Menteri Selandia Baru Frustrasi

Kompas.com - 16/06/2020, 16:33 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. AFP / MARTY MELVILLE / OFFICE OF PRIME MINITER NEW ZEALANDPerdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

KOMPAS.com – Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengaku frustasi karena masih menerima gaji penuh dan belum mengalami pemotongan.

Padahal dua bulan lalu sudah ada rencana untuk pemotongan gaji di parlemen.

“Pemotongan akan tetap terjadi dan tetap berlangsung selama 6 bulan. Tetapi, betapa saya frustasi pada berapa lamanya waktu untuk mulai melakukan itu,” ujar Jacinda.

Pengumuman mengenai pemotongan gaji sendiri diumumkan pada pertengahan April saat negara itu tengah melakukan kuncian.

Saat itu dikatakan bahwa menteri dan pegawai negeri sipil akan ikut mengalami pemotongan gaji 20 persen selama enam bulan.

Akan tetapi melansir dari Nzherald, sampai kini janji pemotongan gaji untuk solidaritas itu belum terpenuhi.

Sementara itu, Otoritas Remunerasi mengatakan pemotongan tidak akan dimulai sebelum 9 Juli.

Otoritas tersebut menyebut diperlukan proses birokrasi yang rumit dan panjang terkait pemotongan gaji.

Baca juga: Selandia Baru Laporkan Kasus Perdana Virus Corona dalam 25 Hari Terakhir

Potong gaji 20 persen selama 6 bulan

Ardern mengatakan kepada media meskipun ada penundaan, pihaknya percaya para anggota parlemen akan memimpin dan memberi contoh pemotongan gaji.

“Salah satu yang membuat kami frustasi adalah, saya mencoba untuk tidak menerima gaji saya secara penuh. Tetapi kemudian diberitahu itu tidak bisa dilakukan. Secara hukum saya tidak bisa melakukan itu. Jadi kami mengubah undang-undang, sekarang kami menunggu itu akan diterapkan oleh Otoritas Remunerasi,” kata dia.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X