Berikut Cara Membuat Paspor untuk Lansia, Tidak Perlu Antre Online

Kompas.com - 05/02/2020, 14:43 WIB
Cara membuat paspor tanpa mengantre indonesia.go.idCara membuat paspor tanpa mengantre

KOMPAS.com - Paspor merupakan dokumen yang harus dimiliki bagi mereka yang ingin bepergian ke luar negeri.

Oleh karena itu, paspor dibutuhkan dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda.

Untuk mendapatkan paspor, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah NKRI dapat mengajukan permohonan pembuatan paspor.

Lantas bagaimana cara mengurus paspor khususnya bagi para lansia?

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Arvin Gumilang mengatakan lansia diberi kemudahan tidak perlu mendaftar online untuk pembuatan paspor.

"Iya, datang langsung. Ada loket prioritas khusus untuk kelompok retan (lansia)," kata Arvin kepada Kompas.com, Selasa (04/02/2020).

Adapun yang dimaksud lansia adalah yang berusia di atas 60 tahun.

Pelayanan tersebut sudah bisa didapatkan di semua wilayah di Indonesia.

Adapun alurnya adalah lansia datang ke kantor imigrasi dengan membawa berkas-berkas yang sudah disiapkan.

Baca juga: Banjir Jakarta, ANRI Berikan Layanan Gratis untuk Restorasi Dokumen

Adapun dokumen persyaratan yang dibutuhkan antara lain:

  1. E-KTP
  2. Kartu Keluarga
  3. Akta Kelahiran atau Ijazah atau Buku Nikah dan
  4. Materai Rp 6.000

Usai melengkapi dokumen tersebut, pemohon menuju loket prioritas. Di sana berkas akan diproses.

Jumlah kuota bagi lansia per hari di masing-masing kantor imigrasi disesuaikan dengan jumlah petugas dan jam pelayanan yang ada.

Arvin mengatakan sebaiknya lansia tidak diwakilkan.

"Selama masih sehat dan bisa mendatangi kantor harus datang langsung. Karena kan harus foto dan sidik jari juga," katanya lagi.

Namun hal itu pengecualian bagi yang sakit dan dirawat di rumah sakit.

Jika seperti itu, maka petugas akan datang ke lokasi rumah sakit/rumah.

"Tentunya dengan bukti-bukti medis sebagai dasar untuk pelayanan on the spot," kata Arvin.

Baca juga: Kelompok Abu Sayyaf dan Penculikan WNI...

Antrean Prioritas

Pelayanan tersebut juga termasuk kelompok rentan lainnya seperti balita dan penyandang disabilitas.

Mereka akan diberikan antrean prioritas yang terpisah dengan antrean pada umumnya.

Arvin menjelaskan, mereka tidak perlu mendaftar antrean melalui Aplikasi Layanan Paspor Online, namun bisa datang langsung ke kantor imigrasi.

Dilansir Kompas.com (08/10/2019), berikut dokumen yang diperlukan untuk mengurus paspor anak:

Akta kelahiran, dokumen asli maupun fotokopi

  1. E-KTP kedua orangtua
  2. Kartu Keluarga yang memuat nama anak
  3. Akta perkawinan
  4. Paspor kedua orangtua jika ada
  5. Membawa materai Rp 6.000

Untuk mengurusnya, bisa dengan datang langsung ke kantor imigrasi dengan antrean prioritas, maupun mendaftar online.

Namun jika ingin mendaftar online paling lambat 2 hari sebelum datang ke kantor imigrasi.

Baca juga: Viral Anak Kecil Duduk di Atas Rak Bagasi Gerbong Kereta, Ini Cerita Lengkapnya


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X