Kompas.com - 22/01/2020, 06:45 WIB
Dalam foto yang diambil pada September 2016 ini terlihat beberapa prajurit AD Filipina bersiaga di dekat kendaraan lapis baja di sebuah kamp militer di Jolo, prosvinsi Sulu, di pulau Mindanao, yang menjadi basis kelompok militan Abu Sayyaf. AFP/MARK NAVALESDalam foto yang diambil pada September 2016 ini terlihat beberapa prajurit AD Filipina bersiaga di dekat kendaraan lapis baja di sebuah kamp militer di Jolo, prosvinsi Sulu, di pulau Mindanao, yang menjadi basis kelompok militan Abu Sayyaf.

KOMPAS.com - Kelompok Abu Sayyaf kembali menculik 5 nelayan Indonesia di wilayah perairan Sabah, Malaysia.

Dari delapan kru kapal yang semuanya WNI, lima orang di antaranya diculik. Sementara itu, tiga di antaranya dibebaskan bersama kapal mereka.

Dikutip dari Harian Kompas (20/01/2020), 8 WNI ditangkap kelompok Abu Sayyaf di wilayah perairan Sabah, Malaysia, Kamis (16/1), sekitar pukul 20.00.

Diketahui, aksi penculikan ini merupakan aksi penculikan baru setelah seorang nelayan Indonesia, yang telah ditahan kelompok Abu Sayyaf selama 115 hari, telah dibebaskan di Sulu pada 15 Januari 2020.

Lantas kenapa kelompok Abu Sayyaf kerap melakukan penculikan?

Analis militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menegaskan aksi penculikan terhadap warga negara asing jamak terjadi di seluruh dunia, salah satunya di Somalia.

Ada banyak tujuan melakukan penculikan. "Salah satunya yakni untuk meminta tebusan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/1/2020).

Baca juga: Riwayat Konflik China-Indonesia di Laut Natuna

Pertukaran informasi

Terulangnya kejadian penyanderaan WNI, menurut Connie bukan karena pemerintah lemah menghadapi para perompak. Akan tetapi memang rata-rata mereka berpikir dari pembajak lebih mudah jadi penculik.

Menurut Connie, pemerintah seharusnya dapat lebih konkret mengaktifkan political security pillar ASEAN dalam aspek peningkatan pertukaran informasi dan koordinasi antar kapal negara ASEAN.

Selain itu juga membentuk agen pelaporan dan respons antar negara ASEAN.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X