Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Benarkah Isi BBM Harus Nominal Ganjil agar Tidak Dicurangi?

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting membantah informasi yang menyebut membeli bensin harus dengan angka ganjil, dengan alasan jika genap akan dicurangi tersebut

Informasi tersebut dikatakannya tidak benar. Jumlah yang dikeluarkan sudah sesuai dengan nominal.

“Hal itu tidak benar. Kuantitas yang dikeluarkan sudah sesuai dengan nominal yang tercantum,” ujar Irto, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/6/2022).

Lebih lanjut, Irto menyampaikan, sebagian besar SPBU saat ini sudah terdigitalisasi. Selain itu, menurutnya, setiap alat ukur sudah ditera sesuai ketentuan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir untuk ketepatan kuantitas dan kualitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia meminta kepada masyarakat, apabila ada saran, masukan, maupun hal lain yang ingin ditanyakan, masyarakat bisa menyampaikannya melalui contact center 135.

Video bernarasikan ajakan isi bensin nominal ganjil

Penjelasan Pertamina ini menyusul sebuah video viral di media sosial bernarasikan ajakan mengisi bensin atau BBM menggunakan nominal ganjil.

Hal ini agar tak dicurangi jika mengisi bensin dengan nominal genap.

Sebagaimana diunggah oleh akun TikTok berikut. Video dapat dilihat di sini.

Pengunggah menyarankan agar mengisi bensin menggunakan angka depan nominal ganjil seperti Rp 11.000, Rp 21.000, Rp 51.000, Rp 53.000 dan Rp 57.000.

“Aturan#1751. Jangan isi bensin dengan angka genap usahakan ganjil, contoh 11K, 21k, 51k, 53k, 57k,” tulisnya.

"Karna kalau genap biasanya di akali," lanjut pengunggah di kolom komentar.

Hingga kini, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 413 ribu pengguna, mendapat lebih dari 10,9 ribu komentar dan dibagikan ulang lebih dari 4.353 kali.

Beragam komentar muncul terkait unggahan tersebut.

"Setahu gua si hindari 5,10,15,20. kelipatan lima pokoknya hindarin aja..bisa di tambah seribu atau kurangin seribu," tulis seorang pengguna.

https://www.kompas.com/tren/read/2022/06/18/063000865/benarkah-isi-bbm-harus-nominal-ganjil-agar-tidak-dicurangi-

Terkini Lainnya

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Tren
Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Tren
5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

Tren
Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Tren
Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis 'How to Make Millions Before Grandma Dies'

Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis "How to Make Millions Before Grandma Dies"

Tren
Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Tren
Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

Tren
8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

Tren
3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

Tren
Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Tren
AS Hapuskan 'Student Loan' 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

AS Hapuskan "Student Loan" 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

Tren
Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Tren
Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Tren
Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke