Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Hapuskan "Student Loan" 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

Kompas.com - 24/05/2024, 15:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris mengumumkan penghapusan utang bagi 160.000 mahasiswa senilai 7,7 miliar dollar AS atau setara Rp 123 triliun, Rabu (22/5/2024).

Untuk diketahui, AS adalah salah satu negara yang menerapkan student loan atau pinjaman bagi mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi.

Dilansir dari CNBC, Rabu (22/5/2024), langkah penghapusan utang mahasiswa dilakukan Biden-Harris untuk mengurangi beban utang pendidikan pada rumah tangga.

Penghapusan utang mahasiswa di AS adalah bagian dari restrukturisasi Departemen Pendidikan AS terhadap rencana pembayaran yang berbasis pendapatan dan program pengampunan pinjaman untuk layanan publik.

“Pemerintahan Biden-Harris tetap gigih dalam upaya kami untuk memberikan keringanan utang mahasiswa kepada jutaan orang lainnya di seluruh negeri,” ujar Menteri Pendidikan AS, Miguel Cardona.

Baca juga: Penjelasan UGM soal UKT Ujian Mandiri UGM 2024 Ada Biaya Uang Pangkal

Kelompok mahasiswa yang student loan-nya dihapus

Penghapusan utang mahasiswa mencakup 5,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83 triliun untuk 66.900 peminjam yang mengikuti program pengampunan pinjaman layanan publik.

Sementara 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 30 triliun diperuntukkan bagi 39.200 peminjam yang terdaftar dalam program pembayaran berbasis pendapatan.

Kemudian, penghapusan utang mahasiswa sebesar 613 juta dollar AS atau sekitar Rp 9 triliun diberikan kepada 54.300 peminjam yang mengikuti program Saving on a Valuable Education.

Bila ditotal, selama Biden-Harris menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS, keduanya sudah menghapus utang 4,75 mahasiswa dengan total 167 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.686 triliun.

Dilansir dari laman resmi Departemen Pendidikan AS, Wakil Menteri Pendidikan AS, James Kvaal, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa lainnya.

“Kami mengucapkan selamat kepada para peminjam atas pengampunan yang telah diberikan dan kami akan terus bekerja untuk memberikan bantuan kepada yang lainnya,” ujar Kvaal.

Baca juga: Mengenal UKT dan Aturannya di Permendikbud Ristek Nomor 2 Tahun 2024

Manfaat penghapusan student loan

Laporan Council of Economic Advisers menunjukkan, bantuan yang diberikan AS dengan menghapus utang mahasiswa dapat memperbaiki kondisi ekonomi personal peminjam, termasuk meningkatkan konsumsi jangka pendek.

Langkah tersebut juga dinilai memiliki efek positif terhadap kesehatan mental peminjam, keamanan finansial, dan hal lainnya, seperti kepemilikan rumah dan kewirausahaan.

Departemen Pendidikan AS mengatakan, peminjam yang utangnya dihapus akan menerima email yang menginformasikan tentang persetujuan mereka.

Proses penghapusan utang mahasiswa atau student loan di AS berlangsung selama beberapa minggu ke depan.

Baca juga: UKT Semakin Mahal dan Janji Prabowo Gratiskan Biaya Kuliah di Kampus Negeri

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Tren
BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

Tren
Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Tren
Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Tren
Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Tren
Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Tren
Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Tren
Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Tren
Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Tren
Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com