Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

Kompas.com - 24/05/2024, 16:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 2024-2029.

Sudirman akan bersaing dengan Anies Baswedan, calon presiden nomor urut 1 yang sempat didukungnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Sudirman mengatakan, ia sudah berkomunikasi dengan berbagai partai politik (parpol), termasuk Nasdem, yang sudah menyatakan membuka diri mencalonkan dirinya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

“Ini teleponan tiap hari, kemarin ditelepon Pak Sekjen (DPP Nasdem Hermawi Taslim) juga memberi tahu bahwa kita masih terus membuka diri,” katanya dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/5/2024).

Baca juga: Jokowi Teken UU DKJ, Kapan Status Jakarta sebagai Ibu Kota Berakhir?

Alasan Sudirman Said maju Pilkada DKI

Sudirman Said menyampaikan, ada tiga alasan yang mendorong dirinya siap bersaing memperebutkan kursi DKI 1. Berikut beberapa di antaranya:

1. Emoh Jakarta cuma jadi batu loncatan

Sudirman memandang Jakarta memasuki masa transisi dari Ibu Kota menjadi daerah khusus pusat perekonomian Indonesia.

Karena alasan itulah, ia tidak ingin Jakarta hanya dijadikan batu loncatan karier politik seperti dilakukan oleh dua gubernur sebelumnya, yakni Joko Widodo dan Anies Baswedan.

“Karena transisi ini begitu besar pekerjaannya, sebaiknya yang memimpin Jakarta itu pihak yang memang ingin fokus menyelesaikan masalah-masalah,” ujar Sudirman dikutip dari Kompas.com, Kamis.

“Bukan orang yang sedang nyari tangga untuk karier politik berikutnya, Jakarta jangan terus-terusan dijadikan sebagai ya batu pijak, batu loncatan,” tambahnya.

Baca juga: 7 Poin Penting dalam UU DKJ, Salah Satunya Mengatur soal Pemilihan Gubernur dan Wakilnya

2. Ingin transisi DKI menjadi DKJ berjalan mulus

Sudirman juga menjelaskan, alasannya menjadi Gubernur DKI Jakarta karena ia ingin proses transisi Jakarta dari ibu kota negara menjadi pusat perekonomian Indonesia berjalan mulus tanpa gangguan.

Ia menilai, sosok gubernur yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu bekerja sama dengan pemerintah pusat.

Sudirman berpendapat tidak elok jika Gubernur DKJ berseberangan dengan pemerintah karena banyak isu transisi yang harus diselesaikan.

Baca juga: Warga Jakarta Harus Cetak Ulang KTP Saat DKI Berubah Jadi DKJ, Ini Penjelasan Dukcapil

3. Banyak warga Jakarta masuk kategori miskin

Sudirman ingin maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta karena ia menilai banyak masyarakat di Jakarta yang masuk kategori miskin.

Berdasarkan data yang diperoleh Sudirman, sebanyak 40 persen warga jakarta masih berada dalam kategori miskin di mana 22 persen di antaranya tinggal di daerah kumuh.

“Kemudian 1,2 juta menjadi operator ojek online, 500 ribuan dalam kategori miskin absolut,” jelas Sudirman.

(Sumber: Kompas.com/Singgih Wiryono | Editor: Dani Prabowo, Ihsanuddin).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Kini Gunakan Kereta Ekonomi New Generation, Cek Tarifnya

KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Kini Gunakan Kereta Ekonomi New Generation, Cek Tarifnya

Tren
Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Arafah untuk Wukuf, Ini Alur Perjalanannya

Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Arafah untuk Wukuf, Ini Alur Perjalanannya

Tren
Cara Mengubah Kalimat dengan Format Huruf Besar Menjadi Huruf Kecil di Google Docs

Cara Mengubah Kalimat dengan Format Huruf Besar Menjadi Huruf Kecil di Google Docs

Tren
Lolos SNBT 2024, Ini UKT Kedokteran UGM, Unair, Unpad, Undip, dan UNS

Lolos SNBT 2024, Ini UKT Kedokteran UGM, Unair, Unpad, Undip, dan UNS

Tren
Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN 2024, Klik kip-kuliah.kemdikbud.go.id

Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN 2024, Klik kip-kuliah.kemdikbud.go.id

Tren
Cara Cek Lokasi Faskes dan Kantor BPJS Kesehatan Terdekat secara Online

Cara Cek Lokasi Faskes dan Kantor BPJS Kesehatan Terdekat secara Online

Tren
Ramai soal Video WNA Sebut IKN 'Ibukota Koruptor Nepotisme', Jubir OIKN: Bukan di Wilayah IKN

Ramai soal Video WNA Sebut IKN "Ibukota Koruptor Nepotisme", Jubir OIKN: Bukan di Wilayah IKN

Tren
Pos Indonesia Investasi Robot untuk Efisiensi Gaji, Ekonom: Perlu Analisis Lagi

Pos Indonesia Investasi Robot untuk Efisiensi Gaji, Ekonom: Perlu Analisis Lagi

Tren
Jawaban Anies soal Isu Duet dengan Kaesang, Mengaku Ingin Fokus ke Koalisi

Jawaban Anies soal Isu Duet dengan Kaesang, Mengaku Ingin Fokus ke Koalisi

Tren
Denmark Tarik Peredaran Mi Samyang karena Terlalu Pedas, Bagaimana dengan Indonesia?

Denmark Tarik Peredaran Mi Samyang karena Terlalu Pedas, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Lolos SNBT 2024, Apakah Boleh Tidak Diambil? Ini Penjelasannya

Lolos SNBT 2024, Apakah Boleh Tidak Diambil? Ini Penjelasannya

Tren
Daftar PTN yang Menerima KIP Kuliah Jalur Mandiri, Biaya Studi Bisa Gratis

Daftar PTN yang Menerima KIP Kuliah Jalur Mandiri, Biaya Studi Bisa Gratis

Tren
KAI Kembali Operasikan KA Mutiara Timur, sampai Kapan?

KAI Kembali Operasikan KA Mutiara Timur, sampai Kapan?

Tren
Ramai soal La Nina Penyebab Hujan Turun Saat Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Ramai soal La Nina Penyebab Hujan Turun Saat Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Tren
Pulang Rawat Inap atas Permintaan Sendiri Tak Dijamin BPJS Kesehatan

Pulang Rawat Inap atas Permintaan Sendiri Tak Dijamin BPJS Kesehatan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com