Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Mengonsumsi Daun Sambung Nyawa

Kompas.com - 24/05/2024, 13:00 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Daun sambung nyawa atau Gynura procumbens adalah salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk hidangan pelengkap atau lalapan makanan.

Tumbuhan ini dapat tumbuh subur di beberapa negara di Asia dan bisa ditemukan di India, Thailand, Malaysia, Vietnam, China, dan Indonesia.

Selain sebagai lalapan, beberapa orang juga menggunakan daun sambung nyawa sebagai obat herbal untuk mengatasi sejumlah penyakit.

Kandungan senyawa daun sambung nyawa

Menurut Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi UGM, daun sambung nyawa mengandung sederet senyawa baik, seperti flavonoid, sterol tak jenuh, triterpen, polifenol, dan minyak atsiri.

Selain itu, dalam artikel ilmiah yang dipublikasikan oleh Universitas Airlangga disebutkan, daun sambung nyawa dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional lantaran mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan.

Daun sambung nyawa mengandung myricetin dan kaempferol yang merupakan senyawa flavonoid utama yang berfungsi sebagai antioksidan.

Senyawa bioaktif daun sambung nyawa memiliki efek toksisitas rendah dan dapat digunakan sebagai antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, antihiperglikemik, dan antikanker.

Lantas, apa saja manfaat daun sambung nyawa bagi kesehatan?

Baca juga: 13 Manfaat Daun Kelor, Ampuh Kontrol Gula Darah dan Atasi Kolesterol

Manfaat daun sambung nyawa

Daun sambung nyawa bisa digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.Shutterstock/Proxima Studio Daun sambung nyawa bisa digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.
1. Menurunkan kadar gula darah

Daun sambung nyawa dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Menurut penelitian berjudul "Potensi daun sambung nyawa (Gynura procumbens) sebagai obat antidiabetik" yang diterbitkan dalam Jurnal Farmasi Malahayati 2019 menemukan, tumbunan ini mengandung flavonoid, senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan.

Dalam pengelolaan diabetes mellitus, flavonoid menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat, di mana salah satu efek antioksidan mampu meningkatkan aksi insulin.

Selain itu, kemampuan flavonoid sebagai antioksidan yaitu dapat melindungi terhadap efek buruk hiperglikemia serta meningkatkan metabolisme dan pengambilan glukosa.

Tak hanya efek antioksidannya, flavonoid dapat bekerja pada target biologis yang terlibat dalam diabetes mellitus tipe 2 seperti a-glikosidase dan DPP-4.

Flavonoid dapat secara efektif mencegah atau mengelola diabetes mellitus tipe 2 dengan menjadi anti radikal bebas.

Meski demikian, diperlukan kajian lebih lanjut tentang efek samping yang mungkin timbul.

Baca juga: Ramai soal Efek Samping Daun Kelor, Apa Kata Dokter?

2. Mencegah kanker

Dilansir dari Kompas.com (26/12/2022), daun sambung nyawa secara tradisional banyak digunakan untuk mengobati leukemia atau kanker darah, kanker payudara, dan kanker rahim.

Khasiat daun sambung nyawa sebagai pencegah kanker ini juga telah dibuktikan dalam beberapa penelitian.

Misalnya, penelitian yang terbit pada 2016 menunjukkan, ekstrak daun sambung nyawa dapat mencegah kanker pada fase awal.

Selain itu, daun tanaman sambung nyawa turut membantu menekan penggandaan dan penyebaran sel kanker.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Rincian Tarif UKT Universitas Brawijaya Jalur Seleksi Mandiri 2024

Rincian Tarif UKT Universitas Brawijaya Jalur Seleksi Mandiri 2024

Tren
Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Tren
BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

Tren
Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Tren
Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Tren
Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Tren
Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Tren
Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Tren
Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Tren
Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com