Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Aturan Baru Naik 3 Transportasi Umum di DKI Jakarta Selama PPKM Level 4

KOMPAS.com - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 23 Agustus 2021 di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta.

Dalam masa perpanjangan PPKM Level 4 kali ini, terdapat sejumlah aturan yang diubah, salah satunya adalah syarat naik transportasi umum.

Beberapa jenis moda transportasi umum di Jakarta yang menerapkan aturan baru ini antara lain KRL, MRT, dan Transjakarta.

1. Transjakarta

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Kamis (19/8/2021), penumpang Transjakarta saat ini tidak perlu lagi menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Penumpang Transjakarta hanya perlu menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19, baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

"Sesuai SK Kadishub Nomor 321 Tahun 2021, seluruh pelanggan Transjakarta wajib memiliki dan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk dapat mengakses seluruh layanan Transjakarta," tulis akun Instagram @pt_transjakarta.

2. MRT

Sama seperti Transjakarta, pengguna MRT juga wajib memiliki dan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 dosis pertama atau kedua.

Melalui akun Instagram resmi @mrtjakarta, Jumat (13/8/2021), PT MRT Jakarta mengumumkan bahwa kini penumpang MRT tak perlu lagi membawa STRP.

Sebagai gantinya, calon penumpang MRT harus menunjukkan sertifikat vaksinasi berupa cetak ataupun digital melalui aplikasi PeduliLindungi.

Meski begitu, pihak Transjakarta dan MRT membolehkan penumpang yang hendak melaksanakan vaksinasi untuk naik. Syaratnya, penumpang tersebut harus menunjukkan bukti pendaftaran vaksinasi kepada petugas yang berjaga.

3. KRL

Berbeda dengan kedua moda transportasi tersebut, KRL tetap mengharuskan penumpang memiliki dan menunjukkan STRP selama PPKM Level 4.

"STRP memang saat ini berlaku di layanan angkutan umum, commuter line," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Syafrin menjelaskan, ketetapan ini bertujuan untuk mengantisipasi pergerakan orang dari dan ke wilayah DKI Jakarta.

Seperti yang diketahui, perjalanan menggunakan KRL lebih banyak digunakan para pekerja dari luar Jakarta. Pemberlakuan STRP dianggap masih efektif untuk menekan mobilitas masyarakat.

"Dari sisi regulasi, sesuai edaran Menteri Perhubungan bahwa di (masa) PPKM level 4 ini, salah satu persyaratan di wilayah aglomerasi itu adalah surat tanda registrasi pekerja. STRP tetap menjadi prasyarat," ucap Syafrin.

(Editor: Rindi Nuris Velarosdela)

Sumber: KOMPAS.com

https://www.kompas.com/tren/read/2021/08/21/163000065/aturan-baru-naik-3-transportasi-umum-di-dki-jakarta-selama-ppkm-level-4

Terkini Lainnya

Viral, Video Pelajar di Yogyakarta Dikepung Usai Tertinggal Rombongan

Viral, Video Pelajar di Yogyakarta Dikepung Usai Tertinggal Rombongan

Tren
Daftar Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit yang Tidak Menerapkan KRIS

Daftar Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit yang Tidak Menerapkan KRIS

Tren
Pohon Purba Beri Bukti Musim Panas 2023 adalah yang Terpanas dalam 2.000 Tahun

Pohon Purba Beri Bukti Musim Panas 2023 adalah yang Terpanas dalam 2.000 Tahun

Tren
7 Makanan Tinggi Kalori yang Menyehatkan, Cocok untuk Menaikkan Berat Badan

7 Makanan Tinggi Kalori yang Menyehatkan, Cocok untuk Menaikkan Berat Badan

Tren
Sosok Kemal Redindo, Anak SYL yang Minta Uang ke Pejabat Kementan untuk Aksesori Mobil

Sosok Kemal Redindo, Anak SYL yang Minta Uang ke Pejabat Kementan untuk Aksesori Mobil

Tren
Sejumlah Pemerintah Daerah Larang dan Batasi 'Study Tour', Pengamat Pendidikan: Salah Sasaran

Sejumlah Pemerintah Daerah Larang dan Batasi "Study Tour", Pengamat Pendidikan: Salah Sasaran

Tren
Gerbang Dunia Bawah di Siberia Semakin Terbuka Lebar Imbas Es Mencair

Gerbang Dunia Bawah di Siberia Semakin Terbuka Lebar Imbas Es Mencair

Tren
Viral, Video Penumpang KRL Terperosok Celah Peron Stasiun Sudirman

Viral, Video Penumpang KRL Terperosok Celah Peron Stasiun Sudirman

Tren
WNA Rusia Mengaku Dideportasi Usai Ungkap Kasus Narkoba, Ini Kata Polda Bali dan Imigrasi

WNA Rusia Mengaku Dideportasi Usai Ungkap Kasus Narkoba, Ini Kata Polda Bali dan Imigrasi

Tren
Video Viral Petugas Dishub Medan Disebut Memalak Pedagang Martabak, Ini Faktanya

Video Viral Petugas Dishub Medan Disebut Memalak Pedagang Martabak, Ini Faktanya

Tren
21 Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan dalam Perpres Nomor 59 Tahun 2024, Apa Saja?

21 Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan dalam Perpres Nomor 59 Tahun 2024, Apa Saja?

Tren
Rincian Penerimaan Gratifikasi Rp 23,5 Miliar Eks Kepala Bea Cukai DIY Eko Darmanto

Rincian Penerimaan Gratifikasi Rp 23,5 Miliar Eks Kepala Bea Cukai DIY Eko Darmanto

Tren
Persib Bandung Gandeng Pinjol sebagai Sponsor, Bagaimana Aturannya?

Persib Bandung Gandeng Pinjol sebagai Sponsor, Bagaimana Aturannya?

Tren
Berkaca pada Kasus Anak Depresi karena HP-nya Dijual, Psikolog: Kenali Bocah yang Berpotensi Depresi

Berkaca pada Kasus Anak Depresi karena HP-nya Dijual, Psikolog: Kenali Bocah yang Berpotensi Depresi

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 15-16 Mei 2024, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 15-16 Mei 2024, Ini Daftar Wilayahnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke