Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rincian Penerimaan Gratifikasi Rp 23,5 Miliar Eks Kepala Bea Cukai DIY Eko Darmanto

Kompas.com - 15/05/2024, 17:31 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mantan Kepala Bea Cukai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Eko Darmanto didakwa telah menerima gratifikasi sebesar Rp 23,5 miliar.

Eko menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada Selasa (14/5/2024).

Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Luki Dwi Nugroho merinci daftar dan besaran gratifikasi yang diterima Eko saat masih menjabat sebagai kepala Bea Cukai DIY.

"Sebagai aparat sipil negara, terdakwa menerima gratifikasi dari beberapa pihak saat menjabat kepala Bea Cukai DIY," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/5/2024).

Baca juga: Sosok Rahmady Effendi Hutahaean, Eks Kepala Kantor Bea Cukai Purwakarta yang Dilaporkan ke KPK


Daftar penerimaan gratifikasi Eko Darmanto

Berikut rincian daftar penerimaan gratifikasi Eko Darmanto berdasarkan dakwaan jaksa KPK:

  1. Irwan Daniel Mussry (suami artis Maia Estianti) senilai Rp 100 juta.
  2. Andri Wirjanto senilai Rp 1,37 miliar
  3. Ong Andy Wiryanto senilai Rp 6,85 miliar
  4. David Ganianto dan Teguh Tjokrowibòwo senilai Rp 300 juta
  5. Lutfi Thamrin dan M Choiril senilai Rp 200 juta
  6. Rendhie Okjiasmoko senilai Rp 30 juta
  7. Martinus Suparman senilai Rp 930 juta
  8. Soni Darma senilai Rp 450 juta
  9. Nusa Syafrizal melalui Ilham Bagus Prayitno senilai Rp 250 juta
  10. Benny Wijaya senilai Rp 60 juta
  11. S Steven Kurniawan senilai Rp 2,3 miliar
  12. Lin Zhengwei dan Aldo senilai Rp 204,3 juta
  13. Serta ada pengusaha yang tidak diketahui namanya memberi Rp 10,9 miliar.

Luki mengatakan, dari hasil gratifikasi tersebut, terdakwa berupaya menyamarkannya dengan cara membelanjakan atas nama sendiri atau pihak lain.

Untuk alasan tersebut, harta Eko Darmanto tidak sesuai dengan profil penghasilan terdakwa sebagai ASN di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP," jelasnya.

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Eko Darmanto, Eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta

Harta kekayaan Eko Darmanto

Dikutip dari situs resmi Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto menjabat sebagai kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta pada 25 April 2022.

Sebelum bertugas di Yogyakarta, Eko sempat menggantikan Guntur Cahyo Purnomo sebagai kepala Kantor Bea Cukai Purwakarta.

Saat itu, Eko bertugas di Purwakarta sejak 6 Januari 2019.

Dilansir dari Kompas.com (2/3/2023), Eko Darmanto tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 6,72 miliar per 31 Desember 2021 menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Jumlah kekayaan tersebut meningkat lebih dari 5 kali lipat jika dibandingkan dari hasil laporan awalnya sejak 2011.

Berikut ini rincian harta kekayaan Eko Darmanto dari tahun ke tahun:

  1. Rp 1,19 miliar per 2011.
  2. Rp 1,37 miliar per 2013.
  3. Rp 3,9 miliar per 2019.
  4. Rp 5,07 miliar per 2020.
  5. Rp 6,72 miliar per 31 Desember 2021.

Adapun berikut rincian harta kekayaan Eko Daryanto per 31 Desember 2021 yang tercatat di LHKPN:

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

Anang Hermansyah Sekeluarga Jadi Duta Wisata Jeju Korea Selatan

Anang Hermansyah Sekeluarga Jadi Duta Wisata Jeju Korea Selatan

Tren
Bagaimana Cara Para Ilmuwan Menentukan Usia Sebuah Pohon? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Cara Para Ilmuwan Menentukan Usia Sebuah Pohon? Berikut Penjelasannya

Tren
Ramai soal Telkomsat Jual Layanan Starlink Harganya Rp 130 Juta, Ini Kata Telkom Group

Ramai soal Telkomsat Jual Layanan Starlink Harganya Rp 130 Juta, Ini Kata Telkom Group

Tren
Viral, Video Kebakaran di Kawasan TN Bromo Tengger Semeru, Ini Kata Pengelola

Viral, Video Kebakaran di Kawasan TN Bromo Tengger Semeru, Ini Kata Pengelola

Tren
Bermaksud Bubarkan Tawuran, Remaja di Kalideres Jakbar Jadi Tersangka

Bermaksud Bubarkan Tawuran, Remaja di Kalideres Jakbar Jadi Tersangka

Tren
Sedikitnya 1.000 Jemaah Haji Meninggal di Arab Saudi, Ini 3 Faktor Penyebabnya

Sedikitnya 1.000 Jemaah Haji Meninggal di Arab Saudi, Ini 3 Faktor Penyebabnya

Tren
Update: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Capai 225 Orang

Update: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Capai 225 Orang

Tren
PBB Ketar-ketir Lebanon Bernasib Seperti Gaza, Apa Antisipasinya?

PBB Ketar-ketir Lebanon Bernasib Seperti Gaza, Apa Antisipasinya?

Tren
4 Lowongan KAI untuk Lulusan SMA, Berikut Syarat dan Cara Melamarnya

4 Lowongan KAI untuk Lulusan SMA, Berikut Syarat dan Cara Melamarnya

Tren
Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Tren
Istilah 'Khodam' Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Istilah "Khodam" Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Tren
5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

Tren
28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Tren
Profil 10 Stadion yang Menggelar Pertandingan Euro 2024 Jerman

Profil 10 Stadion yang Menggelar Pertandingan Euro 2024 Jerman

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com