Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tumpang Sari, Cara Efektif Tanam Cabai di Tengah Tingginya Harga

KOMPAS.com - Harga cabai di sejumlah daerah dilaporkan melambung tinggi. Di sejumlah pasar di Kota Tangerang, Banten, harga cabai bahkan mencapai Rp 150.000 per kilogram.

Hal itu sebagaimana diberitakan Kompas.com (4/3/2021).

Salah satu solusi mendapatkan pedas cabai dengan biaya murah adalah dengan menanamnya sendiri di pot atau pekarangan rumah. 

Namun sayang, menanam cabai memiliki beberapa kendala.

Berbagai hama mungkin datang dan membuat tanaman cabai Anda tak tumbuh subur atau malah mati.

Hama pada cabai beragam. Mulai dari hama ulat grayak, hama tungau merah, hama kutu daun, hama kutu kebul, hama lalat buah, hama ulat tanah dan masih banyak lagi.

Berbagai hama ini bisa dideteksi keberadaannya secara dini. Dalam laman Belajartani, hama trips pada cabai bisa dideteksi ketika daun tanaman mulai mengeriting dan berwarna keperakan di bagian bawahnya.

Sedangkan cabai yang menjadi coklat kehitaman seperti busuk, biasanya disebabkan oleh hama fruit fly atau lalat buah.

Hama lalat buah ini merajalela ketika musim penghujan tiba. Sedangkan hama kutu daun dan kutu kebul, biasanya meningkat pesat penyebarannya di musim kemarau.   

Berbagai penyakit tanaman cabai

Selain karena hama, tanaman cabai juga bisa terganggu pertumbuhannya karena jamur dan bakteri. Busuk daun misalnya, gangguan ini bisa terjadi lantaran cabai terkena jamur Phytophthora capsici . Penyakit ini termasuk yang paling sering terjadi, lantaran penyebarannya cepat melalui air dan udara.

Ada pula penyakit bercak daun, yang disebabkan oleh jamur Cescospora capsici. 

Penyakit ini disebut pula mata katak atau frog eyes. Di musim hujan seperti sekarang ini, mata katak mudah menyerang dan menyebar.

Penyakit lain yang biasa menyerang cabai adalah busuk buah. Nah kalau ini, disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici. Hati-hati, penyakit ini juga mudah menyebar di musim penghujan karena jamur ini senang berkembangbiak di area yang lembab dan basah.

Jamur akan menginfeksi dinding sel tanaman, di mana pada masa generatif, ia akan menyebabkan buah yang masak menjadi busuk dan mengering.

Penyakit tanaman cabai karena bakteri adalah penyakit layu. Bakteri Ralstonia solanacearum mengeluarkan enzim penyebab busuk di area akar, sehingga proses fotosintesis tanaman akan terganggu.

Gejalanya unik, tanaman akan layu di siang hari namun kembali segar di sore dan malam hari.  Lambat laun tanaman akan layu total, dengan daun menguning cepat dan rontok secara bertahap.

Tumpang sari untuk menghalau hama

Cabai sebenarnya memiliki daya adaptasi tinggi. Terbukti cabai bisa tumbuh subur baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. 

Varian cabai yang biasa ditanam di pekarangan rumah adalah cabai rawit, cabai merah besar dan cabai merah keriting. Ketiga jenis cabai itu adalah cabai yang paling banyak diperlukan oleh dapur.

Lantas bagaimanakah solusi menanam cabai tanpa gangguan hama?

Salah satu cara untuk meminimalisir kerusakan tanaman adalah metode polikultur atau tumpang sari. Yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman di satu lahan tanah. Di sini, Anda bisa memilih jenis tanaman lain yang sekiranya bisa membantu cabai mengatasi hama.

Dalam metode ini, Anda bisa memilih tanaman penyerta yang memiliki manfaat bagi tanaman utama. Seperti tanaman polong-polongan yang menyediakan unsur hara. Dalam laman Jogjabenih, tanaman Dandelions juga memiliki akar tunggang yang panjang, yang bisa mengambil unsur hara dari tanah dan membawanya ke dekat permukaan sehingga membuat tanaman di sekelilingnya tumbuh subur. 

Anda bisa pula memilih tanaman perangkap hama seperti selada air. Selada air bisa menarik perhatian ulat tanaman, sehingga ulat tak menyerbu tanaman utama. Untuk mencegah serangan hama, Anda juga bisa menanam tanaman yang berbau menyengat seperti tanaman kenikir. 

Untuk cabai sendiri, tanaman pendamping yang paling cocok adalah tomat, bawang-bawangan, bunga matahari atau kacang polong. Dalam satu lahan, tanamlah cabai dan satu dari beberapa jenis tanaman tersebut.

Bawang-bawangan bisa mengusir Aphids atau kutu daun. Sedangkan tomat bisa mengusir kumbang yang menghambat pertumbuhan cabai. Tapi ingat, jangan menanam cabai di dekat keluarga kubis-kubisan karena kedua tanaman ini tak cocok tumbuh berdekatan.  

https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/04/125746865/tumpang-sari-cara-efektif-tanam-cabai-di-tengah-tingginya-harga

Terkini Lainnya

Link Download Logo dan Tema Hari Kebangkitan Nasional 2024

Link Download Logo dan Tema Hari Kebangkitan Nasional 2024

Tren
UPDATE Banjir Sumbar: 61 Orang Meninggal, Potensi Bencana Susulan Masih Ada

UPDATE Banjir Sumbar: 61 Orang Meninggal, Potensi Bencana Susulan Masih Ada

Tren
7 Sarapan Sehat untuk Usia 50 Tahun, Diyakini Bikin Panjang Umur

7 Sarapan Sehat untuk Usia 50 Tahun, Diyakini Bikin Panjang Umur

Tren
5 Update Kasus Pembunuhan Vina, Bareskrim Turun Tangan dan Dugaan Kejanggalan BAP

5 Update Kasus Pembunuhan Vina, Bareskrim Turun Tangan dan Dugaan Kejanggalan BAP

Tren
Pelaku Penyelundupan Orang Bermodus Iklan Lowker via TikTok Ditangkap di Surabaya, Ini Kronologinya

Pelaku Penyelundupan Orang Bermodus Iklan Lowker via TikTok Ditangkap di Surabaya, Ini Kronologinya

Tren
Apa yang Akan Terjadi Saat Berjalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Selama Sebulan?

Apa yang Akan Terjadi Saat Berjalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Selama Sebulan?

Tren
3 Manfaat Mengonsumsi Madu dan Teh Hijau, Baik bagi Penderita Diabetes

3 Manfaat Mengonsumsi Madu dan Teh Hijau, Baik bagi Penderita Diabetes

Tren
BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 18-19 Mei 2024

BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 18-19 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 17-18 Mei 2024 | Ikan Tinggi Purin Pantangan Penderita Asam Urat

[POPULER TREN] Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 17-18 Mei 2024 | Ikan Tinggi Purin Pantangan Penderita Asam Urat

Tren
Kondisi Geografis Mahakam Ulu, Tetangga IKN yang Dikepung Sungai dan Kini Darurat Banjir

Kondisi Geografis Mahakam Ulu, Tetangga IKN yang Dikepung Sungai dan Kini Darurat Banjir

Tren
Pesona Air Terjun

Pesona Air Terjun

Tren
Update Banjir Mahakam Ulu, Ratusan Orang Masih Mengungsi

Update Banjir Mahakam Ulu, Ratusan Orang Masih Mengungsi

Tren
Ribka Sugiarto Mundur dari Pelatnas, Kekasih Ungkap Alasannya

Ribka Sugiarto Mundur dari Pelatnas, Kekasih Ungkap Alasannya

Tren
Ilmuwan Akhirnya Tahu Bagaimana Cara Orang Mesir Kuno Membangun Piramida

Ilmuwan Akhirnya Tahu Bagaimana Cara Orang Mesir Kuno Membangun Piramida

Tren
Ada Aturan Baru KRIS, Apakah Perawatan ICU Ditanggung BPJS Kesehatan?

Ada Aturan Baru KRIS, Apakah Perawatan ICU Ditanggung BPJS Kesehatan?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke