Sejarah Singkat Keresidenan Surakarta

Kompas.com - 11/08/2022, 21:30 WIB

KOMPAS.com - Karesidenan Surakarta adalah sebuah wilayah di Jawa Tengah yang terbentuk pada masa kolonial Belanda dan masih eksis selama beberapa tahun setelahnya.

Pada masa kolonial, tercatat ada 1.053.985 jiwa yang tinggal di Karesidenan Surakarta.

Saat ini, nama Karesidenan Surakarta sudah tidak ada lagi, karena diganti dengan sebutan Surakarta, sebuah kotamadya di bawah kepemimpinan seorang walikota.

Lantas, bagaimana sejarah Karesidenan Surakarta?

Baca juga: Karesidenan dan Kadipaten, Apa Maksudnya?

Awal pendirian

Kasunanan Surakarta

Pada masa pemerintahan Raja Kartasura, Sunan Pakubuwono II tahun 1742, terjadi pemberontakan Sunan Kuning.

Pemberontakan ini lebih dikenal dengan sebutan Geger Pecinan.

Pemberontakan Sunan Kuning berhasil diselesaikan lewat bantuan VOC (kongsi dagang Hindia Belanda), sehingga Keraton Kartasura mampu direbut kembali.

Akan tetapi, Sunan Pakubuwono II harus menyerahkan beberapa wilayahnya kepada VOC sebagai imbalan.

Pakubuwana II kemudian memindahkan istana dari Kartasura ke Surakarta dan berdirilah keraton Kasunanan Surakarta.

Baca juga: Beda Keraton Surakarta dan Mangkunegaran

Masa kolonial Belanda

Pada 1757, Belanda datang ke Kasunanan Surakarta.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.