Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Berita Proklamasi di Surabaya Disiarkan dalam Bahasa Madura?

Kompas.com - 26/04/2024, 12:00 WIB
Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno di Jalan Pegangasan Timur No. 56, Jakarta Pusat.

Ketika peristiwa itu terjadi, kekuatan Jepang masih ada di Indonesia karena ditugaskan oleh Sekutu untuk menjaga status quo.

Maksudnya adalah Jepang diharuskan menjaga kondisi Indonesia agar tetap seperti biasanya sampai kedatangan Sekutu.

Oleh sebab itu, penyebaran berita proklamasi kemerdekaan Indonesia haruslah menggunakan strategi.

Di Surabaya misalnya, penyebaran berita kemerdekaan Indonesia dilakukan menggunakan bahasa daerah.

Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia sempat disiarkan oleh radio di Surabaya dengan menggunakan bahasa Madura. Alasan mereka melakukan hal ini adalah untuk menghindari sensor dari pihak Jepang.

Baca juga: Deklarasi Potsdam, Ultimatum Agar Jepang Menyerah pada Sekutu

Penyiaran Berita Proklamasi Kemerdekaan di Surabaya

Setelah peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia berhasil terlaksana, Jepang berupaya menghambat penyebaran berita tersebut.

Salah satu cara yang dilakukan militer Jepang adalah menerapkan sensor terhadap berita-berita yang disiarkan, baik di radio maupun media cetak.

Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia diterima dalam bentuk kode morse oleh kantor berita Domei di Surabaya pada pukul 11.00 WIB.

Oleh pihak Jepang, berita sempat diralat bahwa peristiwa tersebut tidak benar.

Meski disensor oleh Jepang, orang Indonesia yang bekerja di Domei saat itu sudah membaca informasi dari Jakarta.

Mereka adalah Markonis Yakub, RM Bintarti, Sutomo (Bung Tomo), dan Astuti Askabul.

Ketika berita sampai ke Markonis Yakub, ia segera meneruskannya ke RM Bintarti dan Bung Tomo.

Baca juga: Motif Utama Jepang dalam Menginvasi Indonesia

Pada 18 Agustus 1945 pukul 19.00 WIB, radio Hosokyoku (sekarang RRI Surabaya) menyiarkan berita proklamasi dalam Bahasa Madura agar tidak dimengerti oleh Jepang.

Bahasa Madura dipilih karena dimengerti oleh sebagian masyarakat Jawa Timur di Surabaya dan sekitarnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com