Hamengkubuwono, Paku Alam, Pakubuwono, Mangkunegara, Apa Bedanya?

Kompas.com - 08/10/2021, 15:00 WIB
Sultan Hamengkubuwono III (kiri) dan Sunan Pakubuwono VI (kanan). Wikimedia CommonsSultan Hamengkubuwono III (kiri) dan Sunan Pakubuwono VI (kanan).

KOMPAS.com - Keraton Surakarta dan Yogyakarta merupakan dua pecahan Kerajaan Mataram Islam yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Bagi masyarakat Jawa, gelar Hamengkubuwono, Paku Alam, Pakubuwono, Mangkunegara tentunya juga tidak lagi asing di telinga.

Namun, tahukah Anda perbedaan antara keempat gelar yang disandang oleh para penerus wangsa Mataram Islam tersebut?

Berikut ini perbedaan Hamengkubuwono, Paku Alam, Pakubuwono, dan Mangkunegara.

Hamengkubuwono

Hamengkubuwono adalah gelar yang diperoleh Pangeran Mangkubumi, pendiri dan pembangun Keraton Yogyakarta.

Pangeran Mangkubumi merupakan putra Sunan Amangkurat IV, raja Mataram kedelapan, dari istri selir bernama Mas Ayu Tejawati.

Ketika Kerajaan Mataram Islam diperintah oleh Sunan Pakubuwono III dari Surakarta, Pangeran Mangkubumi melakukan pemberontakan karena menolak persekutuan antara Mataram dan VOC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perlawanan Pangeran Mangkubumi akhirnya berhenti setelah diadakan Perjanjian Giyanti pada 1755.

Perjanjian ini merupakan peristiwa yang menandai pecahnya Mataram Islam menjadi dua bagian.

Salah satu poin yang mendasar dari Perjanjian Giyanti adalah bahwa Pangeran Mangkubumi berhak menjadi raja yang pusat pemerintahannya di Yogyakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Stori
Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Stori
Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Stori
Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Stori
Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Stori
Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Stori
Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Stori
Asal-usul Nama dan Sejarah Kota Ambon

Asal-usul Nama dan Sejarah Kota Ambon

Stori
Mohammad Djamil, Dokter Pejuang Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Mohammad Djamil, Dokter Pejuang Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Stori
Sejarah Singkat Kekaisaran Kushan

Sejarah Singkat Kekaisaran Kushan

Stori
Strategi Dakwah Wali Songo

Strategi Dakwah Wali Songo

Stori
Sejarah Berdirinya Taj Mahal

Sejarah Berdirinya Taj Mahal

Stori
Toleransi Antarumat Beragama pada Masa Kerajaan Majapahit

Toleransi Antarumat Beragama pada Masa Kerajaan Majapahit

Stori
Tragedi Kebakaran Mal Klender 1998

Tragedi Kebakaran Mal Klender 1998

Stori
Misteri Pembunuhan Ditje, Peragawati Terkenal Era Orde Baru

Misteri Pembunuhan Ditje, Peragawati Terkenal Era Orde Baru

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.