Gelar Mr di Zaman Belanda, Artinya Bukan Mister

Kompas.com - 10/10/2021, 10:00 WIB
Guru besar RHS pada Upacara Pembukaan Rechtshoogeschool te Batavia atau sekolah hukum pada hari Selasa, 28 Oktober 1924. Duduk di depan paling kiri adalah Prof. Dr. R. A. Hoesein Djajadiningrat - guru besar pertama bumiputera di Hindia Belanda. TropenmuseumGuru besar RHS pada Upacara Pembukaan Rechtshoogeschool te Batavia atau sekolah hukum pada hari Selasa, 28 Oktober 1924. Duduk di depan paling kiri adalah Prof. Dr. R. A. Hoesein Djajadiningrat - guru besar pertama bumiputera di Hindia Belanda.

KOMPAS.com - Beberapa nama tokoh nasional sering ditulis menggunakan Mr di depan namanya. Contohnya seperti Prof. Mr. Dr. Soepomo, Mr. A.A. Maramis, dan Mr. Muhammad Yamin.

Jangan salah, gelar Mr pada zaman Belanda artinya bukan mister, melainkan Meester in de Rechten.

Baca juga: Hazairin: Masa Muda, Peran, dan Kiprahnya di Bidang Hukum

Arti Gelar Mr Zaman Belanda

Meester in de Rechten merupakan sebuah gelar yang akan diperoleh seseorang setelah ia menyelesaikan studi ilmu hukumnya di universitas.

Universitas ilmu hukum ini mengikuti sistem yang berlaku di Belanda dan juga Belgia. 

Dalam bahasa Belanda sendiri, arti gelar Mr adalah magister dalam hukum. 

Pada praktiknya, gelar ini biasa ditulis dengan Meester saja, contohnya Meester Moh. Yamin. 

Untuk mempermudah, gelar ini biasa disingkat menjadi Mr. dan ditulis di depan nama seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan ilmu hukum di universitas. 

Di Belanda ataupun Indonesia, saat sistem pendidikan Indonesia masih sangat terpengaruh oleh sistem Belanda, gelar Mr. ini setara dengan gelas S2 (Magister). 

Namun, pasca-kemerdekaan Indonesia, gelar Mr. ini diganti dengan sebutan gelar Sarjana Hukum yang kurang lebih dapat dikatakan merupakan terjemahan bebas dari gelar Mr. dari bahasa Belanda. 

Hanya saja, perbedaannya ialah bawha di Indonesia, gelar ini ditulis setelah nama seseorang dan derajatnya menurun dari S2 menjadi S1 (Sarjana). 

Perubahan gelar dari Mr. menjadi SH untuk lulusan hukum di Indonesia telah resmi difungsikan melalui Keputusan Presiden Nomor 265 Tahun 1962.

Baca juga: Technische Hoogeschool te Bandoeng, Sekolah Teknik Zaman Belanda,

Tokoh yang Bergelar Mr. 

  1. Achmad Soebardjo
  2. Aisyah Aminy
  3. Amir Sjarifoeddin
  4. Assaat
  5. Johannes Latuharhary
  6. Iwa Kusumasumantri
  7. Kasman Singodimedjo
  8. Mohamad Nazief
  9. Mohamad Roem
  10. Mohammad Yamin
  11. Oei Tjoe Tat
  12. Sjafruddin Prawiranegara
  13. Soepomo
  14. Tan Po Gwan
  15. Yap Thiam Hien
  16. Laili Roesad

 

Referensi: 

  • Sedyawati, Edi. (1997). Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Jakarta: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Lembaga Penelitian, Universitas Indonesia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.