Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/12/2022, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Seiring dengan kemajuan teknologi, makin banyak satelit buatan manusia yang diluncurkan ke luar angkasa. Dan itu bisa menjadi potensi masalah pengamatan langit di kemudian hari.

Salah satu contohnya adalah satelit yang diluncurkan baru-baru ini. Prototipe satelit BlueWalker 3 diluncurkan untuk menjadi awal dari jaringan komunikasi yang mengorbit dan dapat diakses oleh smartphone standar.

Namun, sekarang satelit tersebut menjadi salah satu objek paling terang di langit malam.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Satelit Buatan

Bagi para ahli dan pengamat langit, itu adalah masalah besar. Sebab selain menggunakan teleskop luar angkasa, banyak pengamatan alam semesta pula yang dilakukan dari permukaan Bumi.

Mengutip Science Alert, Kamis (1/12/2022) Astronomical Union Center for the Protection of the Dark and Quiet Sky from Satellite Constellation Interference (IAU CPS) menyebut, satelit jadi masalah karena terang bintang sekarang dapat dikalahkan oleh silau satelit.

"Ini tak diinginkan para astronom. BlueWalker 3 akan muncul sebagai garis super terang dalam gambar dan berpotensi menjenuhkan detektor kamera di observatorium," ungkap Meredith Rawls, astronom dari University of Washington di Seattle.

Sumber cahaya BlueWalker 3 berasal dari susunan antena seluas 64 meter persegi, yang mampu memantulkan lebih banyak cahaya daripada satelit manapun.

Niat perusahaan induk AST SpaceMobile yang meluncurkan BlueWalker 3 untuk menempatkan lebih dari 100 satelit di langit pada akhir tahun 2024, tentunya menjadi kekhawatiran yang signifikan bagi para ilmuwan.

Ada kekhawatiran lain juga. Blue Walker 3 dibangun sebagai menara ponsel di luar angkasa, yang berarti menggunakan frekuensi radio terestrial yang mungkin menganggu teleskop radio--teleskop yang saat ini dibangun jauh dari area jangkauan ponsel.

"Frekuensi yang dialokasikan ke ponsel sudah sulit untuk diamati, bahkan di zona sunyi radio yang telah kami buat untuk fasilitas kami," kata Philip Diamond, Direktur Jenderal Square Kilometer Array Observatory di Inggris.

Baca juga: Ramai-ramai Kirim Satelit ke Antariksa, Ini Bahayanya Menurut Pakar

"Satelit baru seperti BlueWalker 3 berpotensi memperburuk situasi ini dan membahayakan kemampuan kita untuk melakukan sains jika tak dimitigasi dengan benar," katanya lagi.

Sementara itu, juru bicara AST SpaceMobile mengatakan keinginannya untuk menggunakan teknologi dan strategi terbaru, untuk mengurangi dampak yang mungkin menganggu pengamatan astronomi.

"Kami secara aktif bekerja sama dengan pakar industri untuk inovasi terbaru, termasuk bahan anti-reflektif generasi berikutnya," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Terjadi pada Otak saat Bermimpi?

Apa yang Terjadi pada Otak saat Bermimpi?

Kita
Kenali Gejala Covid Varian Kraken Omicron XBB 1.5

Kenali Gejala Covid Varian Kraken Omicron XBB 1.5

Oh Begitu
Mengapa Ular Memiliki Dua Penis?

Mengapa Ular Memiliki Dua Penis?

Oh Begitu
Seperti Apa Wujud Ikan Misterius yang Ditemukan di Gua China?

Seperti Apa Wujud Ikan Misterius yang Ditemukan di Gua China?

Oh Begitu
Kenapa Kepiting Berjalan Menyamping?

Kenapa Kepiting Berjalan Menyamping?

Oh Begitu
Apa Perbedaan Gajah dan Mammoth?

Apa Perbedaan Gajah dan Mammoth?

Oh Begitu
Apakah Kunyit Bermanfaat untuk Menurunkan Berat Badan?

Apakah Kunyit Bermanfaat untuk Menurunkan Berat Badan?

Oh Begitu
Bagaimana Legenda Bigfoot Bermula?

Bagaimana Legenda Bigfoot Bermula?

Oh Begitu
Apakah Bigfoot Benar-benar Ada? Ini Penjelasan Ilmuwan

Apakah Bigfoot Benar-benar Ada? Ini Penjelasan Ilmuwan

Oh Begitu
Kenapa Februari Hanya Ada 28 Hari?

Kenapa Februari Hanya Ada 28 Hari?

Oh Begitu
Apa Fungsi Lutut?

Apa Fungsi Lutut?

Kita
5 Hewan yang Paling Banyak Membunuh Manusia

5 Hewan yang Paling Banyak Membunuh Manusia

Oh Begitu
Siapa Itu Nefertiti, Sosok Ratu Mesir Kuno yang Dikenal Karismatik?

Siapa Itu Nefertiti, Sosok Ratu Mesir Kuno yang Dikenal Karismatik?

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Gergaji Mesin, Awalnya untuk Persalinan

Sejarah Penemuan Gergaji Mesin, Awalnya untuk Persalinan

Oh Begitu
Kenapa Banyak Orang yang Suka Cerita tentang Zombi?

Kenapa Banyak Orang yang Suka Cerita tentang Zombi?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+