Kompas.com - 26/09/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Anda mungkin sudah tahu apa itu puffin, burung berbulu hitam dan putih yang nama dan rupanya dipakai oleh browser. Namun, tahukah Anda bahwa puffin sebetulnya tidak hanya satu jenis saja.

Ada empat spesies puffin di dunia. Tiga termasuk dalam genus Fratercula, dan satu lagi adalah Rhinocerous Auklet yang salah diberi nama beberapa tahun lalu.

Dilansir dari Ocean Portal milik Smithsonian Museum; keempatnya tinggal di belahan bumi utara, dan memiliki berbagai kemiripan ekologis, antara lain bisa "terbang" di dalam air, membawa banyak ikan-ikan kecil di paruh untuk memberi makan anak mereka, membangun sarang di dalam tanah dan hanya bisa menghasilkan dan merawat satu telur saja.

Baca juga: Apa Itu Puffin, Burung Penyelam yang Jadi Simbol dan Nama Browser?

Puffin berumbai atau puffin jambul (Fratercula cirrhata)

Puffin berumbai atau puffin jambulShutterstock Puffin berumbai atau puffin jambul

Puffin ini mendapatkan namanya dari jambulnya yang berwarna kuning. Di antara keempat spesies puffin, F cirrhata adalah yang terbesar dengan tinggi 40 cm dan berat hampir satu kilogram. Mereka juga bisa menyelam lebih dalam dari puffin-puffin lainnya hingga 105 meter.

F cirrhata tinggal di Samudra Pasifik bagian timur laut, mulai dari California Selatan hingga Arktika Alaska, serta di Rusia dan Jepang. Namun, koloni terbesarnya berada di Kepulauan Aleutian, Alaska.

Baca juga: Dikenal sebagai Burung Setia, Albatros Ternyata Bisa Cerai

Puffin atlantik (Fratercula arctica)

Ilustrasi burung puffinShutterstock Ilustrasi burung puffin

Kebalikan dari puffin jambul, puffin atlantik justru adalah spesies terkecil. Tingginya hanya sekitar 29 cm dengan berat 500 gram.

Spesies ini bisa ditemukan dari Maine hingga Newfoundland dan Labrador, Greenland, Islandia, Inggris, Spanyol, Norwegia dan Rusia, meski separuh populasinya berad di Islandia.

Pada awal 1900-an, puffin atlantik diburu habis-habisan hingga tidak ada koloni sarang yang tersisa. Hingga akhirnya, pakar burung Stephen Kress membantu menghidupkan kembali koloni Maine pada dengan cara mentransplantasi anak-anak puffin dari Newfoundland pada 1970-an hingga 1980-an.

Baca juga: Di Mana Tempat Tinggal Burung Kakatua?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.