Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

Kompas.com - 01/07/2022, 10:03 WIB

KOMPAS.com - Sebuah studi baru menunjukkan, bahwa udang dan cacing merupakan salah satu hewan pertama yang pulih setelah kepunahan massal terbesar.

Tak tanggung-tanggung akibat kepunahan massal yang terjadi di akhir Permian sekitar 252 juta tahun yang lalu itu membunuh lebih dari 90 persen spesies di Bumi.

Butuh jutaan tahun bagi kehidupan keanekaragaman hayati di Bumi untuk pulih kembali ke tingkat sebelum kepunahan.

Namun berdasarkan pemeriksaan jejak dan liang di dasar laut China Selatan, gabungan peneliti dari China, Amerika Serikat, dan Inggris berhasil mengungkap hewan apa yang pertama kali mampu pulih dari peristiwa itu dan kapan terjadinya.

Baca juga: Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Dikutip dari Independent, Kamis (30/6/2022) tim peneliti menyebut bahwa hewan pertama yang pulih adalah pemakan deposit seperti cacing dan udang.

Sementara pemulihan hewan penyaring (suspension feeder) seperti brakiopoda, bryozoa, dan banyak bivalvia membutuhkan waktu lebih lama.

"Mungkin pemakan deposit membuat dasar laut berantakan, sehingga airnya tercemar lumpur. Hal itu membuat hewan penyaring tak bisa mengendap dengan baik di dasar laut," ungkap Alison Cribb, peneliti studi dari University of Southern California.

"Atau air berlumpur yang dihasilkan oleh pemakan deposit hanya menyumbat struktur penyaringan air hewan penyaring, membuat mereka tak bisa makan secara efisien," lanjutnya.

Lebih lanjut, kepunahan massal akhir Permian dan pemulihan kehidupan di Trias Awal mampu tercatat dengan sangat baik di seluruh China Selatan.

Peneliti dapat melihat jejak fosil dari 26 bagian seluruh rangkaian peristiwa, yang mewakili tujuh juta tahun waktu yang penting dan menunjukkan detail 400 titik pengambilan sampel.

"Kami akhirnya merekonstruksi tahap pemulihan semua hewan termasuk benthos, nekton, sebagai hewan penggali bertubuh lunak di lautan," papar Michael Benton, peneliti dari University of Bristol.

Para peneliti mengatakan, temuan ini penting karena krisis Permian akhir disebabkan oleh pemanasan global dan pengasaman laut. Dan data mengungkapkan bagaimana ketahanan hewan bertubuh lunak ini terhadap CO2 dan pemanasan yang tinggi.

Temuan ini pun dipublikasikan di jurnal Science Advances.

Baca juga: Kepunahan Massal 250 Juta Tahun Lalu, Ilmuwan Identifikasi Penyebabnya

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.