Kompas.com - 18/01/2022, 10:02 WIB
Ilustrasi burung. Studi baru mengungkapkan kepunahan massal spesies burung dalam 50.000 tahun terakhir, penyebab utamanya adalah manusia. SHUTTERSTOCK/ F-Focus by Mati KoseIlustrasi burung. Studi baru mengungkapkan kepunahan massal spesies burung dalam 50.000 tahun terakhir, penyebab utamanya adalah manusia.


KOMPAS.com - Sepanjang sejarah kehidupan di Bumi, sudah ada lima kali peristiwa kepunahan massal keanekaragaman hayati yang terjadi.

Kepunahan massal di Bumi itu disebabkan oleh fenomana alam yang ekstrem.

Namun kini, para ahli memperingatkan bahwa Kepunahan Massal Keenam sedang berlangsung di planet ini.

Bahkan, kali ini sepenuhnya penyebab kepunahan massal di Bumi yang sedang berlangsung ini, disebabkan oleh aktivitas manusia.

Penilaian komprehensif dari bukti peristiwa kepunahan yang sedang berlangusng ini dipublikasikan dalam jurnal Biological Review.

 

"Tingkat kepunahan spesies yang meningkat secara drastis dan penurunan kelimpahan dari banyak populasi hewan dan tumbuhan didokumentasikan dengan baik. Namun beberapa menyangkal kalau fenomena ini merupakan kepunahan massal," ungkap Robert Cowie, penulis utama studi, seperti dikutip dari Phys, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Kepunahan Massal 250 Juta Tahun Lalu, Ilmuwan Identifikasi Penyebabnya

 

Cowie bersama rekannya memperkirakan bahwa sejak tahun 1500, Bumi bisa saja telah mengalami kepunahan massal dengan kehilangan antara 7,5 hingga 13 persen dari dua juta spesies yang diketahui di Bumi atau sekitar 150.000 hingga 260.000 spesies.

"Jumlah itu termasuk di dalamnya adalah invertebrata. Jadi kita memang menyaksikan awal Kepunahan Massal Keenam dalam sejarah Bumi," kata Cowie.

Namun menurutnya situasinya tak sama di semua tempat.

Meski spesies laut menghadapi ancaman yang signifikan, tak ada bukti bahwa krisis tersebut mempengaruhi lautan pada tingkat yang sama seperti di daratan.

Di darat, kepunahan massal spesies di pulau seperti yang ada di Kepulauan Hawaii, jauh lebih terpengaruh daripada spesies kontinental.

Baca juga: Kepunahan Massal Burung dalam 50.000 Tahun Terakhir, Manusia Penyebabnya

Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.