Hari AIDS Sedunia: Sejarah AIDS dari Virus Simpanse hingga Menjadi Pandemi Dunia

Kompas.com - 01/12/2021, 15:32 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS, Hari AIDS sedunia. Sejarah AIDS dan penularan HIV AIDS. ShutterstockIlustrasi HIV/AIDS, Hari AIDS sedunia. Sejarah AIDS dan penularan HIV AIDS.


KOMPAS.com - Di tengah peringatan Hari AIDS Sedunia, AIDS masih lekat dengan beragam stigma buruk pada penderitanya. Sejarah AIDS menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) ini, ternyata pertama kali ditemukan pada simpanse di wilayah Kinshasa, Kongo.

Tepat hari ini, Rabu, 1 Desember 2021, seluruh dunia memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini dilakukan setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia.

Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 sebanyak 680.000 orang telah meninggal akibat HIV/AIDS, dan 37,7 juta orang mengidap HIV.

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau AIDS adalah sebuah kondisi di mana tubuh mudah terkena berbagai penyakit karena virus menyerang sistem imun.

Dilansir dari Medical Xpress, Selasa (15/6/2021) HIV adalah virus penyebab AIDS yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Penyakit infeksi menular seksual ini dapat menularkan virus tersebut melalui kontak dengan darah, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi, penggunaan jarum suntik bergantian, serta keturunan.

Virus simpanse penyebab pandemi AIDS

Lantas, bagaimana penyakit AIDS pertama kali ditemukan dan dari mana asalnya?

Baca juga: Hari HIV/AIDS Sedunia, Mengenal Apa Itu Obat PrEP HIV dan Kegunaannya?

Sejarah penyakit AIDS dari virus HIV disebut berasal dari Kinshasa, Republik Demokratik Kongo. Saat itu, para ahli meyakini bahwa HIV berasal dari spesies simpanse yang menular pada manusia.

Pada simpanse, virus tersebut dinamai Simian Immunodeficiency Virus atau SIV.

Sebelum kemudian menyebabkan penularan HIV pada manusia, penularan virus simpanse ini mungkin berasal dari perburuan simpanse untuk diambil dagingnya, kemudian pemburu terkena darah hewan yang terinfeksi.

Studi yang dilakukan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menunjukkan, bahwa HIV mungkin telah menular dari simpanse ke manusia sejak akhir tahun 1800-an.

Kinshasa adalah kota terbesar di Kongo, dengan pertumbuhan tercepat yang memiliki jaringan transportasi yang dapat menjangkau seluruh negara.

Sebuah laporan menyebutkan sejarah di balik penularan HIV AIDS dari Kongo hingga ke seluruh dunia.

Perdagangan seks yang merajalela, pertumbuhan populasi, hingga jarum suntik tidak steril di klinik diduga menjadi penyebab penyebaran virus HIV menjadi cukup pesat pada saat itu. Sejarah pun mencatat penyakit AIDS kemudian merajalela di Amerika, Eropa, kemudian di seluruh dunia.

Baca juga: Apa Perbedaan HIV dan AIDS?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.