Kompas.com - 01/12/2021, 10:02 WIB
Ilustrasi planet Bumi. Studi baru ungkap bahwa Matahari mungkin sumber penting dari misteri asal-usul air di Bumi. SHUTTERSTOCK/Johan SwanepoelIlustrasi planet Bumi. Studi baru ungkap bahwa Matahari mungkin sumber penting dari misteri asal-usul air di Bumi.


KOMPAS.com - Para ilmuwan mengatakan bahwa matahari bisa menjadi sumber misteri asal-usul air di Bumi. Selama ini, air menjadikan Bumi sebagai planet paling biru di Tata Surya.

Kendati demikian, hingga kini, tidak ada yang benar-benar mengetahui dari mana asal semua air di planet yang kita huni ini.

Seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (1/12/2021), sebagian air di planet Bumi, tampaknya mungkin diciptakan oleh sungai dengan partikel bermuatan, yang tertiup dari atmosfer atas Matahari pada miliaran tahun yang lalu.

Saat angin Matahari berinteraksi dengan partikel debu kecil yang ditemukan di asteroid tertentu, yang diyakini dapat menciptakan sejumlah kecil air, dan hipotesis ini dapat menjelaskan sebagian cairan yang ditemukan di planet Bumi.

Namun, pemodelan teori asal-usul air di Bumi ini tampaknya berpotensi diabaikan.

Sebagian besar model modern menunjukkan bahwa mayoritas H20 atau air di Bumi awalnya berasal dari sumber luar angkasa, mungkin dari asteroid tipe-C di wilayah Jupiter-Saturnus dan sekitarnya.

Asteroid yang jauh ini dianggap sebagai badan induk meteorit chondrite berkarbon yang secara teratur menabrak Bumi. Selain itu, jenis meteorit khusus pada asteroid ini diketahui mengandung sejumlah besar mineral yang mengandung air.

Baca juga: Ahli Buktikan, Air di Bumi Berasal dari Meteorit, Kok Bisa?

Analisis sumber air Bumi dari Matahari

Kendati demikian, chondrites karbon mungkin bukan satu-satunya cara awal air dikirim ke Bumi. Jenis meteorit kaya air lainnya juga bisa melakukan hal yang sama, terutama karena kondrit karbon tidak dapat menjelaskan seluruh air Bumi.

Namun, ada jenis asteroid chondrite lain yang juga bisa menahan partikel air, meskipun pada tingkat yang lebih rendah.

Misalnya pada asteroid dekat Bumi, Itokawa, yakni asteroid kondrit biasa, dan analisis sampel yang diambil tahun 2010 dari batuan pada asteroid ini kaya silikat ini, menemukan tanda-tanda air, serta sumbernya bisa jadi adalah Matahari.

Iradiasi angin matahari telah diusulkan para ilmuwan di masa lalu sebagai cara yang mungkin dapat membentuk air pada bahan kaya silikat yang mengambang di ruang angkasa.

Di laboratorium, ion hidrogen yang mudah menguap telah terbukti bereaksi dengan mineral silikat, menghasilkan air sebagai produk sampingan.

Sedangkan studi mikroskop elektron dan spektroskopi elektron, ilmuwan juga telah menemukan langsung bukti H20 atau air dalam partikel debu luar angkasa di masa lalu.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Bagaimana Terbentuknya Air di Bumi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.