Kompas.com - 22/10/2021, 13:03 WIB
Ilustrasi berat badan, menurunkan berat badan. FREEPIK/FREEPIKIlustrasi berat badan, menurunkan berat badan.

KOMPAS.com - Hormon di dalam tubuh manusia sangatlah kompleks. Hormon saling bekerja sama agar tubuh memiliki keseimbangan yang baik.

Ketidakseimbangan hormon sering dikaitkan dengan berat badan, karena hal tersebut dapat membuat berat badan naik.

Banyak orang yang mungkin belum memahami dengan benar hubungan antara hormon dan berat badan.

Baca juga: Mengapa Tidur Malam Sangat Penting untuk Keseimbangan Hormon?

Dilansir Mind Body Green, Jumat (08/10/2021), dokter sekaligus penulis buku Women, Food, and Hormones, dr. Sara Gottfried mengungkapkan, bahwa hormon yang menumpuk berpotensi mencegah tubuh - khususnya pada wanita - untuk membakar lemak.

Kaitan hormon dan berat badan

Menurut Gottfried, setidaknya ada tiga hal yang menjelaskan kaitan hormon dengan berat badan. Berikut penjelasannya.

1. Hormon dapat memengaruhi berat badan

"Hormon memengaruhi berat badan," ujar Gottfried.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masih banyak orang yang belum tahu hal ini, karena biasanya mereka hanya mengetahui hormon terkait suasana hati, dorongan seks, atau bahkan massa otot. Mereka tidak menyadari bahwa hormon juga sangat penting terkait berat badan.

Hormon stres seperti kortisol dapat merangsang naik turunnya gula darah, dan hormon ini mengubah sekresi insulin menjadi bertambah. Sehingga, membuat tubuh menyimpan lebih banyak lemak.

Selain itu, hormon estrogen dan progesteron pun memengaruhi berat badan. Kadar estrogen yang terlalu rendah ataupun tinggi dapat menyebabkan berat badan naik.

Sedangkan jika hormon progesteron menurun, maka nafsu makan akan meningkat, yang kemudian menyebabkan berat badan berisiko naik.

2. Diet keto sebabkan ketidakseimbangan hormon

Diet ketogenik atau diet keto memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengatur berat badan. Namun Gottfried menjelaskan diet ketat seperti keto, berpotensi memengaruhi hormon tubuh.

"Saya melakukan keto dengan suami saya. Dia turun 9 kg dalam waktu singkat, dan berat badan saya bertambah. Saya berhasil di awal, tetapi sepertinya hasilnya berkebalikan ketika semakin dalam saya masuk ke ketosis. Saya menyadari bahwa keto pasti memengaruhi hormon, dan bukan dalam hal yang positif," tuturnya.

Secara khusus, diet keto memengaruhi hormon leptin. Perempuan umumnya memiliki sensitivitas leptin lebih banyak dibandingkan laki-laki, sehingga lebih sensitif ketika kadar leptin menurun, yang dapat memengaruhi kecemasan, kualitas tidur, serta rasa lapar tak terkendali.

Gottfried menegaskan, bukan berarti perempuan dilarang melakukan diet keto. Hanya saja harus diatur dengan tepat, agar kadar leptin tetap terjaga.

Salah satunya dengan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat.

"Saya menemukan bahwa banyak pasien dapat melakukan ketosis dengan fokus pada karbohidrat bersih," katanya.

Baca juga: 4 Cara Terbaik Menurunkan Berat Badan di Usia 40 Tahun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.