Kompas.com - 21/10/2021, 16:30 WIB
Ilustrasi banjir akibat La Nina ShutterstockIlustrasi banjir akibat La Nina

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini untuk waspada datangnya fenomena La Nina menjelang akhir tahun ini hingga awal tahun 2022 mendatang.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan, peringatan dini ini merupakan hasil monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur.

Data tersebut menunjukkan bahwa pada saat ini, nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0,61 pada Dasarian I atau 10 hari pertama bulan Oktober 2021.

"Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022," kata Dwikorita dalam Konferensi Pers, Senin (18/10/2021).

Baca juga: BMKG Monitor Adanya Fenomena La Nina, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Efek La Nina

Dwikorita menjelaskan, La Nina pada umumnya akan meningkatkan pembentukan awan-awan hujan. Massa udara basah lantas akan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia, dan membuat musim hujan terjadi lebih lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berdasarkan hasil monitoring, La Nina lemah, meskipun masih lemah, namun harus waspada. Bila nanti menjadi moderat, maka dampaknya akan lebih dari saat ini," kata dia.

Meskipun bukan badai tropis, La Nina umumnya akan berdampak pada curah hujan tinggi dan berisiko meningkatkan peluang terjadinya ancaman bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan.

Beberapa bentuk bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi adalah longsor, banjir, banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang, puting beliung, angin kencang, badai tropis dan lain sebagainya.

Sebab, berdasarkan pembelajaran dari fenomena La Nina di tahun 2020 lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada bulan November, Desember hingga Januari akibat fenomena La Nina ini.

Baca juga: Dampak Fenomena El Nino dan La Nina bagi Iklim di Indonesia

Daerah terdampak La Nina dan peringatan BMKG

Daerah terdampak La Nina khususnya di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian Selatan dan Sulawesi bagian Selatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.