Kompas.com - 13/10/2021, 20:30 WIB
Echinacea, salah satu obat herbal kanker payudara pixabayEchinacea, salah satu obat herbal kanker payudara

KOMPAS.comKanker payudara adalah bentuk kanker yang paling banyak menyerang wanita. Kanker membutuhkan perawatan segera karena sifat kanker yang bisa menyebar dengan cepat. Untuk menunjang pengobatan utama seperti operasi dan kemoterapi, Anda bisa mengonsumsi obat herbal kanker payudara.

Obat herbal kanker payudara

Berbagai herbal dan tanaman telah digunakan sebagai obat tradisional. Para peneliti telah berhasil menemukan macam-macam molekul di dalam herbal dan tanaman yang terbukti bisa mencegah dan mengobati kanker payudara.

Dilansir dari NCBI, berikut adalah daftar obat herbal kanker payudara.

1. Echinacea

Echinacea adalah tanaman yang banyak tumbuh di Amerika Selatan dan Eropa. Sebuah penelitian menunjukkan Echinacea meningkatkan jumlah sel pembunuh alami pada sistem imun tikus. Peneliti yakin, Echinacea merupakan tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk menjadi obat herbal kanker payudara.

Kandungan yang ditemukan di dalam Echinacea adalah flavonoid. Flavonoid adalah antioksidan yang berfungsi menstimulasi imun tubuh.

Penelitian lainnya menyebutkan bahwa flavonoid memicu limfosit untuk meningkatkan proses fagositosis oleh makrofag. Efek ini serupa dengan kemoterapi namun dengan efek yang lebih minim. Oleh karena itu, echinacea bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan kanker payudara.

Baca juga: 7 Manfaat Bawang Putih Tunggal untuk Kesehatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Bawang putih

Bawang putih sudah dipercaya sejak dulu sebagai salah satu obat herbal untuk berbagai penyakit. Banyak metabolit di dalam bawang putih yang terbukti bisa mengobat kanker payudara.

Salah satunya adalah ajoene, sulifda, dan polisulfida. Ketiga zat tersebut mampu menghambat perkembangan sel kanker payudara. Mekanisme kerjanya adalah ketiga zat tersebut menstimulasi limfosit dan makrofag untuk membunuh sel kanker.

Selain itu, bawang putih juga kaya akan antioksidan, seperti bioflavonoid, sianidin, dan quercetin. Antioksidan sangat penting untuk menangkal radikal bebas yang menjadi pemicu kanker.

3. Kunyit

Komponen utama kunyit adalah kurkumin. Kurkumin kaya akan fenol yang memiliki efek antikanker. Penelitian membuktikan fenol di dalam kunyit bisa menghambat perkembangan sel kanker payudara, paru-paru, dan lambung.

4. Teh hijau

Salah satu kandungan teh hijau adalah polifenol bernama Epigallocathechin (EGGG). EGGG adalah zat yang mampu melindungi sel dengan cara meningkatkan kematian dan apoptosis sel kanker. Selain itu, teh hijau mengandung antioksidan yang bisa mencegah kanker.

Baca juga: Segudang Manfaat Teh Hijau, Bisa Jadi Alternatif Minum Kopi

5. Ginseng

Ginseng banyak tumbuh di China, Korea, dan Rusia. Akar ginseng yang telah dikeringkan mengandung molekul yang mampu menghambat perkembangan sel kanker dan mencegah metastase ke jaringan lain. Selain itu, ginseng mampu menghadirkan kembali sel pembunuh alami yang mungkin rusak ketika proses kemoterapi dan radioterapi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.