Kompas.com - 23/09/2021, 20:30 WIB
Visualisasi VIPER, penjelajah yang akan diluncurkan ke Bulan pada 2023 nanti Image: NASA Ames/Daniel RutterVisualisasi VIPER, penjelajah yang akan diluncurkan ke Bulan pada 2023 nanti

KOMPAS.com - Dalam penjelajahan antariksa, Bulan tetap masih menarik perhatian para peneliti.

Kini, Badan Antariksa Amerika Serikat mengumumkan telah menemukan tempat pendaratan untuk misi penjelajahan di Bulan yang rencananya akan diluncurkan pada November 2023.

NASA akan memberangkatkan Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER) yang masih menjadi bagian dari misi Artemis dan diproyeksikan mendarat di tepi kawah terjal Nobile di dekat Kutub Selatan Bulan.

Baca juga: Kenapa Kawah Bulan Lebih Sedikit dari yang Seharusnya?

Kawah kuno ini adalah tempat yang sangat gelap dan dingin, memungkinkan ditemukannya air es. Dan selama 100 hari, penjelajah beroda empat VIPER ini akan mencari tanda-tanda itu serta sumber daya lainnya di Bulan.

Mengutip Gizmodo, Kamis (23/9/2021) kutub selatan Bulan adalah salah satu tempat terdingin di Tata Surya. Tidak ada badan antariksa yang pernah mencoba mendarat di sana dan hanya mempelajari dari kejauhan.

Dengan mengirimkan VIPER ke kawah Nobile, NASA berharap dapat mengungkap tanda-tanda es dan sumber daya lainnya, baik di permukaan maupun di bawah permukaan Bulan. Itu mengapa VIPER perlu bertahan dari suhu dingin di lokasi selama misi 100 hari itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Data yang dikirimkan VIPER akan memberikan para ilmuwan di seluruh dunia wawasan lebih lanjut tentang asal usul kosmik, evolusi, dan sejarah Bulan kita. Termasuk juga membantu menginformasikan lingkungan yang sebelumnya belum dijelajahi," kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi untuk sains di Markas Besar NASA.

Gambaran besarnya adalah NASA ingin membuat peta sumber daya global dan dapat memprediksi di mana sumber daya serupa mungkin ada di tempat lain di Bulan.

Informasi ini akan bermanfaat bagi misi kru di masa depan ke permukaan bulan, sambil melanjutkan tujuan NASA untuk membangun pangkalan jangka panjang di Bulan. Selain itu, misi VIPER senilai $433,5 juta (sekitar Rp 6,1 triliun) juga dapat menjadi landasan bagi upaya penambangan Bulan di masa depan.

VIPER akan diluncurkan dengan roket SpaceX Falcon Heavy dan dikirim ke permukaan bulan melalui Griffin Lander milik Astrobotic.

Halaman:


Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.