Kompas.com - 23/09/2021, 17:30 WIB
Simulasi komputer menunjukkan burung tinamou dan dinosaurus Coelophysis bauri sedang berlari

(Image credit: Tinamou photograph by M. Perez (eBird.org), Coelophysis skeleton photograph by C. Griffin.)Simulasi komputer menunjukkan burung tinamou dan dinosaurus Coelophysis bauri sedang berlari

KOMPAS.com - Sebuah studi baru mengungkapkan, jika beberapa dinosaurus mengibaskan ekornya untuk membantu mereka berlari.

Sebelumnya peneliti berasumsi, jika ekor besar dinosaurus bipedal (berjalan dengan dua kaki) adalah struktur pasif untuk membantu keseimbangan.

Mengutip Live Science, Kamis (23/9/2021) mencari tahu bagaimana spesies yang punah bergerak di dunia tidaklah mudah, karena hanya tulang dan jejak kaki yang tersisa untuk dianalisis.

Baca juga: Dihantam Asteroid, Bagaimana Ular Bertahan Hidup Kalahkan Dinosaurus?

Tetapi dalam studi baru, peneliti memodifikasi metode simulasi yang digunakan di bidang kedokteran dan kedirgantaraan untuk menyelidiki lebih dalam biomekanik dinosaurus bipedal.

Pertama, mereke melakukan simulasi pada burung Tinamou-ordo burung yang hidup di tanah yang ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan. Burung ini juga punya karakteristik mirip dengan dinosaurus bipedal purba.

Kemudian, para peneliti melakukan simulasi pada satu spesies bipedal, Coelophysis bauri. Spesies ini mirip T-rex, berkaki panjang dan hidup selama periode Trias sekitar 251 juta hingga 201 juta tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan simulasi komputer, para peneliti dapat membagi tulang punggung dinosaurus menjadi beberapa segmen, seperti tubuh, kepala, leher, punggung, dan ekor.

Peneliti juga dapat mengaktifkan dan menonaktifkan bagian tubuh untuk mengetahui dengan tepat fungsi setiap bagian tubuh dinosaurus.

Hasilnya, ternyata ekor melakukan lebih dari sekadar sebagai penyeimbang. Ekor memainkan peran penting dalam mengendalikan momentum sudut atau momentum benda yang berputar.

"Setelah menjalankan serangkaian simulasi lebih lanjut yang membuat ekor lebih berat, lebih ringan, dan bahkan tanpa ekor sama sekali, kami dapat secara meyakinkan menunjukkan bahwa mengibaskan ekor adalah cara untuk mengendalikan momentum sudut di seluruh gaya berjalan mereka," jelas Peter Bishop, penulis utama studi.

Baca juga: Aneh, Ditemukan Fosil Dinosaurus Karnivora Mirip Banteng

Penelitian ini pun memberikan wawasan yang lebih besar, tentang bagaimana dinosaurus bergerak.

"Penggunaan simulasi canggih ini menunjukkan, bahwa ekor memainkan peran yang lebih dinamis daripada yang diasumsikan sebelumnya," kata Nizar Ibrahim, dosen senior paleontologi di University of Portsmouth di Inggris dan penjelajah National Geographic, yang juga tidak terlibat dalam studi.

Temuan baru ini dipublikasikan pada 22 September di jurnal Science Advances.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.