Kompas.com - 26/07/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi virus corona penyebab Covid-19 SHUTTERSTOCK/creativenekoIlustrasi virus corona penyebab Covid-19

KOMPAS.com - Selain gejala Covid-19 yang beragam dan cenderung berbeda pada setiap orang, gejala long Covid pun demikian.

Jika Anda mengalami long Covid, ada banyak gejala yang mungkin muncul setelah Anda dinyatakan sembuh Covid-19, termasuk gejala diabetes.

Terkait hal ini, para peneliti mengamati masalah kesehatan jangka panjang yang muncul setelah pasien dirawat di rumah sakit karena Covid-19.

Baca juga: Wabah Pes dan Malaria Berdampak pada Evolusi Manusia, Bagaimana dengan Covid-19?

Sebuah penelitian di Italia menemukan, bahwa sekitar setengah dari pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 selama awal pandemi, memiliki kasus baru hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi.

Peningkatan kadar gula darah ini berlangsung berbulan-bulan setelah infeksi Covid-19.

Penulis utama penelitian Paolo Fiorina, MD, Ph.D., yang berafiliasi dengan Divisi Nefrologi di Rumah Sakit Anak Boston mengatakan, bahwa orang-orang tersebut tidak menderita diabetes sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi semenjak masuk perawatan rumah sakit, sekitar 46 persen pasien ditemukan mengalami hiperglikemia," kata Fiorina.

Sementara sebagian besar kasus teratasi, sekitar 35 persen pasien baru hiperglikemia tetap demikian setidaknya hingga enam bulan setelah infeksi Covid-19.

Hiperglikemia bertahan setelah infeksi

Studi yang telah diterbitkan di Nature Metabolism ini, menilai kesehatan 551 orang yang dirawat di rumah sakit di Italia, dari Maret hingga Mei 2020. Periode tindak lanjut termasuk enam bulan setelah mereka masuk rumah sakit.

Dibandingkan dengan pasien tanpa tanda kelainan glukosa, pasien hiperglikemik juga cenderung memiliki masalah klinis yang lebih buruk, sebagai berikut:

- Rawat inap lebih lama

- Gejala klinis yang lebih buruk

- Kebutuhan oksigen yang lebih tinggi

- Kebutuhan ventilasi yang lebih tinggi

- Lebih membutuhkan perawatan intensif

“Kami ingin memahami mekanisme, mengapa tubuh pasien yang mengalami hiperglikemia berkinerja buruk, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki hiperglikemia,” kata Fiorina.

Baca juga: Peneliti Identifikasi 200 Gejala Long Covid, Salah Satunya Penurunan Ukuran Penis

Hormon tidak seimbang

Untuk mempelajari lebih lanjut, semua pasien dipasangi sensor glukosa saat masuk. Seiring berjalannya waktu, para peneliti mendeteksi banyak kelainan pada kontrol metabolisme glukosa pada pasien hiperglikemik.

Peneliti juga menemukan, bahwa pasien hiperglikemik memiliki kadar hormon yang abnormal.

"Kami menemukan mereka memproduksi terlalu banyak insulin. Mereka juga memiliki kadar pro-insulin yang abnormal, prekursor insulin, dan penanda gangguan fungsi sel beta pulau. Sel beta pulau membuat dan mengeluarkan insulin,” jelas Fiorina.

Fiorina melanjutkan, pada dasarnya, profil hormonal menunjukkan, bahwa fungsi pankreas endokrin tidak normal pada pasien dengan Covid-19 dan kondisi ini bertahan lama, bahkan setelah pemulihan.

Baca juga: Sebabkan Batuk dan Sesak Napas, Begini Covid-19 Merusak Paru-paru

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.