Kompas.com - 05/03/2021, 17:30 WIB
Alissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik.(the new york times) JNG DIPAKEAlissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik.(the new york times)

Profesor Kesehatan Masyarakat Queenland University of Technology (QUT) Gerry Fitzgerald juga sependapat. Dia berkata bahwa pada umumnya, varian baru memang lebih menular dari varian yang sudah ada sebelumnya. Hal ini karena varian yang kurang menular akan mati dengan sendirinya.

Meski demikian, lebih menular bukan berarti lebih mematikan. Menurut Fitzgerald, varian-varian baru yang ada saat ini justru tampak tidak lebih menular dari yang lama atau yang pertama kali menyebabkan wabah.

Tidak perlu panik dan bisa dicegah

Kemunculan varian baru virus corona memang bukan berita yang menyenangkan. Namun,  mengingatkan untuk tidak panik berlebihan ketika varian baru muncul, termasuk B.1.1.317.

Dia mengatakan, ini seperti varian-varian lain yang telah kita dengan, varian Afrika Selatan, lalu varian Brasil dan sekarang ada varian Kalifornia, varian New York.

"Beberapa dari mereka memang lebih menyebar, tetapi tampaknya ada reaksi berlebihan terhadap varian ini," ujarnya.

Collignon lantas menegaskan bahwa varian corona baru menyebar dengan cara yang sama dengan virus corona Covid-19 biasa, yakni melalui droplet.

Baca juga: Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Gejala Mirip Varian Asli

Oleh karena itu, penularan varian corona Rusia ini dan varian-varian lainnya bisa dihindari jika taat melaksanakan protokol yang telah ditetapkan.

Untuk diketahui, protokol pencegahan infeksi Covid-19 bisa disingkat 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

Diduga bisa ditangkal dengan vaksin

Untuk saat ini, masih banyak yang belum diketahui mengenai varian baru B 1.1.317, termasuk efektivitas vaksin terhadapnya.

Namun melihat hasil penelitian awal bahwa vaksin yang ada masih bisa menetralkan gejala akibat varian Inggris dan Afrika Selatan, Fitzgerald merasa optimis.

Baca juga: Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X