Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ilmuwan Temukan Cara Ungkap Kehidupan di Planet Lain, Seperti Apa?

Kompas.com - 17/02/2021, 12:05 WIB
Monika Novena,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Alam semesta merupakan tempat yang luar biasa luas untuk menemukan keberadaan kehidupan yang lain.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencari bentuk kehidupan di luar Bumi seperti dengan mendeteksi sinyal radio, iklim, dan lain sebagainya.

Kini peneliti menemukan satu cara lagi yang dapat digunakan, sebagai penanda adanya kehidupan alien, yaitu technosignature atau tanda teknologi yang ditemukan di eksoplanet.

Mengutip dari Science Alert, Selasa (16/2/2021) dalam studi barunya, peneliti menyebut jika technosignature ini dapat dilacak melalui keberadaan gas nitrogen dioksida (NO2).

Baca juga: Bulan Ini Planet Mars Rayakan Tahun Baru Ke-36, Ini Penjelasannya

Gas tersebut dapat dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, gunung berapi, cahaya, dan sumber biologis non-industri lainnya.

Hipotesisnya, jika ada peradaban asing di luar sana, maka mereka juga mungkin menghasilkan polusi dari aktivitas dan industri seperti layaknya di Bumi. Polusi itu dapat juga menjadi sesuatu yang dilihat dalam pengamatan di luar angkasa.

"Di Bumi, sebagian besar nitrogen dioksida dihasilkan dari aktivitas manusia, misalnya proses pembakaran seperti emisi kendaraan dan pembangkit listrik berbahan fosil," kata Ravi Kopparapu, ahli astrobiologi dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.

Sehingga dengan mengamati keberadaan NO2, peneliti berpendapat itu dapat menunjukkan jika suatu planet berpotensi memiliki peradaban industri.

Lebih lanjut, meski planet-planet di luar Tata Surya terlalu jauh untuk diamati, namun ahli dapat mempelajari gas melalui teleskop yang semakin kuat.

Dalam studi baru ini, peneliti menggunakan model komputer untuk menghitung angka dari NO2 serta apakah teleskop mampu menangkap penangkapan gas.

Para peneliti menemukan, bahwa teleskop besar seperti James Webb Space Telescope membutuhkan sekitar 400 jam pengamatan waktu pada jarak 30 tahun cahaya untuk menemukan planet mirip Bumi yang menghasilkan NO2 seperti planet kita.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Dunia Tersembunyi Jauh di Bawah Es Antartika

 

Tim juga menyebut jika NO2 akan menjadi technosignature yang lebih baik daripada klorofluorokarbon (CFC).

"Sejauh yang kami tahu, CFC sama sekali tidak diproduksi oleh biologi, jadi mereka memiliki tanda teknologi yang lebih jelas daripada NO2," kata ahli astrobiologi Jacob Haqq-Misra dari Blue Marble Institute of Science.

Namun, CFC adalah bahan kimia manufaktur yang sangat spesifik yang mungkin tidak lazim dipakai di tempat lain. Sementara NO2 adalah produk sampingan umum dari proses pembakaran apa pun.

Dalam perhitungan peneliti menemukan pula kalau bintang tipe K dan M yang lebih dingin daripada Matahari, akan mengeluarkan sinyal NO2 yang lebih kuat dan lebih mudah dideteksi, karena menghasilkan lebih sedikit sinar ultraviolet yang menganggu.

Baca juga: Kenapa Planet Terlihat Seperti Bintang dari Bumi?

Dengan lebih dari 4.000 exoplanet ditemukan selama 25 tahun terakhir, para astronom memiliki banyak pilihan untuk dijelajahi.

Jadi metode andal apa pun akan sangat membantu untuk mengidentifikasi peradaban alien.

Meski begitu, identifikasi juga bukan hal yang mudah. Pasalnya menafsirkan pantulan cahaya dan data yang dihasilkan pada jarak yang sangat jauh bukanlah tugas yang mudah.

Di masa depan, peneliti akan membutuhkan model yang lebih canggih yang dapat memperhitungkan apakah keberadaan NO2 itu benar atau palsu.

Sebab selalu ada kemungkinan positif yang palsu dalam pencarian kehidupan di luar Bumi.

Penelitian ini telah diterima Astrophysical Journal dan dipublikasikan secara daring di arXiv.org.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com